Fujifilm Segera Akuisisi Produsen Vaksin asal AS

Selasa, 28 Oktober 2014 - 11:57 WIB
Fujifilm Segera Akuisisi...
Fujifilm Segera Akuisisi Produsen Vaksin asal AS
A A A
TOKYO - Fujifilm akan mengakuisisi produsen vaksin asal Amerika Serikat (AS), Kalon Biotherapeutics. Langkah Fujifilm akan meningkatkan suplai obat-obatan ebola untuk memerangi penyebaran virus tersebut.

“Kesepakatan akan membuat Fujifilm memegang 49% saham Kalon Biotherapeutics dengan rencana membeli seluruh perusahaan itu di masa depan,” papar pernyataan Fujifilm, dikutip kantor berita AFP . Harian bisnis Nikkei melaporkan, akuisisi ini akan bernilai beberapa miliar yen. Kalon didirikan pada 2011 oleh State of Texas dan Texas A&M University sebagai pembuat produk-produk biofarmasi.

“Kalon membuat produk yang dapat secara aman mengatasi sejumlah patogen mematikan, termasuk antraks,” papar pernyataan Fujifilm yang berupaya memperkuat posisinya di sektor kesehatan. Harga saham Fujifilm naik 2,88% menjadi 3.691 yen di bursa Tokyo kemarin. Fujifilm pekan lalu menyatakan segera meningkatkan stok Avigan yang diberikan pada beberapa pasien yang dievakuasi dari wabah ebola di Afrika Barat ke Eropa. Perusahaan itu menjelaskan, pihaknya memiliki cukup tablet Avigan yang disetujui sebagai obat influenza di Jepang, untuk merawat 20.000 orang dan cukup untuk perawatan 300.000 pasien.

“Beberapa laporan riset menyatakan, Avigan efektif dalam tes terhadap tikus,” papar pernyataan Fujifilm. Pemerintah Prancis dan Guinea berencana melakukan uji coba klinik dengan Avigan pada pertengahan November. Fujifilm berpotensi sebagai pemain utama dalam perang melawan virus ebola. Langkah ini menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan di Jepang mencoba memperkuat kembali bisnisnya saat permintaan produk-produk tradisional melemah. Pekan lalu perusahaan yang jarang muncul ke publik itu menyatakan pihaknya meningkatkan suplai obat-obatan Avigan.

Obat itu terbukti efektif melawan virus ebola yang telah menewaskan hampir 5.000 orang. Itu artinya, Avigan akan memperkuat posisi Fujifilm di sektor farmasi. Perkembangan ini juga akan memperkuat dukungan untuk memperluas langkah Fujifilm memasuki berbagai sektor, termasuk kosmetika, suplemen diet, dan peralatan medis, setelah permintaan film kamera melemah satu dekade silam. “Fujifilm telah lahir kembali sebagai perusahaan yang akan mengubah masa depan enam sektor bisnisnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Fujifilm Shigetaka Komori dalam pesan untuk memperingati 80 tahun perusahaan pada tahun ini.

Meski demikian, perubahan ini tidak mengherankan bagi sejumlah perusahaan raksasa Jepang, saat ketatnya persaingan dengan para pesaing, melemahnya pasar domestik, dan produk yang sudah ketinggalan jaman sehingga mendorong mereka memasuki bisnis baru. Sony juga telah meningkatkan keahliannya untuk memenuhi permintaan dalam sains medis.

Teknologi yang biasanya ditemukan dalam Blu-Ray disc readers kini muncul dalam desain perangkat analisis sel baru yang digunakan untuk riset kanker dan sel tunjang. Panasonic juga mencoba memproduksi peralatan musik. Adapun Toshiba melangkah lebih maju dengan membuka rumah sakit di pusat Tokyo.

syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
13 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
45 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved