Emas Global Dekati Harga Terendah Tiga Pekan
Kamis, 30 Oktober 2014 - 09:39 WIB
Emas Global Dekati Harga Terendah Tiga Pekan
A
A
A
SINGAPURA - Emas global diperdagangkan mendekati harga terendah tiga pekan dipicu menguatnya USD setelah Federal Reserve (The Fed) mengakhiri program stimulus obligasi. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust memperpanjang penurunan ke level terendah dalam enam tahun terakhir.
Harga emas untuk pengiriman segera di USD1.214,29 per ons pada pukul 09.05 di Singapura dari sebelumnya USD1.212,15. Logam ini turun menjadi USD1.208,50 kemarin, dan menjadi harga terendah sejak 8 Oktober 2014 karena naiknya USD tertinggi dalam empat pekan terakhir.
Pejabat Fed menyatakan, mengakhiri pembelian obligasi bulanan karena optimeme pada membaiknya prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), terutama pada pasar tenaga kerja.
Para pembuat kebijakan The Fed di akhir pertemuan dua hari kemarin juga mempertahankan komitmennya untuk menjaga suku bunga rendah untuk waktu yang cukup. Bank sentral telah mempertahankan suku bunga utamanya pada level 0%-0,25% sejak 2008.
"Program pelonggaran kuantitatif berakhir di AS, di mana FOMC memandang lebih positif prospek ekonomi AS," kata ahli strategi komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Daniel Hynes seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/10/2014).
Keputusan The Fed tersebut, menurut dia, menimbulkan reli signifikan pada USD, namun penjualan pada logam mulia. Laju USD selama beberapa hari ke depan akan memberi gambaran pada harga komoditas hingga akhir tahun.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun sebanyak 1,2% menjadi USD1.210,60 per ons, sebelum diperdagangkan pada USD1.214,20. Kontrak berjangka (futures) kemarin turun menjadi USD1.208,20, terendah sejak 8 Oktober 2014.
Sementara kepemilikan emas ETP di SPDR Gold Trust menyusut untuk hari kedua menjadi 742,40 metrik ton, kemarin. Di China, harga emas yang murah meningkatkan volume untuk di Shanghai Gold Exchange, di mana kontrak emas naik menuju level tertinggi tiga pekan, kemarin.
Sementara perak untuk pengiriman segera naik 0,5% menjadi USD17,1759 per ons. Spot platinum turun menjadi USD1.255 per ons dari USD1.261 dan palladium turun 1,1% menjadi USD785,75 per ons setelah kenaikan lima hari terpanjang sejak Agustus 2014.
Harga emas untuk pengiriman segera di USD1.214,29 per ons pada pukul 09.05 di Singapura dari sebelumnya USD1.212,15. Logam ini turun menjadi USD1.208,50 kemarin, dan menjadi harga terendah sejak 8 Oktober 2014 karena naiknya USD tertinggi dalam empat pekan terakhir.
Pejabat Fed menyatakan, mengakhiri pembelian obligasi bulanan karena optimeme pada membaiknya prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), terutama pada pasar tenaga kerja.
Para pembuat kebijakan The Fed di akhir pertemuan dua hari kemarin juga mempertahankan komitmennya untuk menjaga suku bunga rendah untuk waktu yang cukup. Bank sentral telah mempertahankan suku bunga utamanya pada level 0%-0,25% sejak 2008.
"Program pelonggaran kuantitatif berakhir di AS, di mana FOMC memandang lebih positif prospek ekonomi AS," kata ahli strategi komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Daniel Hynes seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/10/2014).
Keputusan The Fed tersebut, menurut dia, menimbulkan reli signifikan pada USD, namun penjualan pada logam mulia. Laju USD selama beberapa hari ke depan akan memberi gambaran pada harga komoditas hingga akhir tahun.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun sebanyak 1,2% menjadi USD1.210,60 per ons, sebelum diperdagangkan pada USD1.214,20. Kontrak berjangka (futures) kemarin turun menjadi USD1.208,20, terendah sejak 8 Oktober 2014.
Sementara kepemilikan emas ETP di SPDR Gold Trust menyusut untuk hari kedua menjadi 742,40 metrik ton, kemarin. Di China, harga emas yang murah meningkatkan volume untuk di Shanghai Gold Exchange, di mana kontrak emas naik menuju level tertinggi tiga pekan, kemarin.
Sementara perak untuk pengiriman segera naik 0,5% menjadi USD17,1759 per ons. Spot platinum turun menjadi USD1.255 per ons dari USD1.261 dan palladium turun 1,1% menjadi USD785,75 per ons setelah kenaikan lima hari terpanjang sejak Agustus 2014.
(rna)
Lihat Juga :