Pembangunan Sektor Transportasi Dipacu

Kamis, 30 Oktober 2014 - 15:48 WIB
Pembangunan Sektor Transportasi...
Pembangunan Sektor Transportasi Dipacu
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan efisiensi guna mempercepat pembangunan di sektor transportasi.

Untuk itu, Kemenhub akan menyinkronisasi regulasi dan anggaran di instansi tersebut "Tidak hanya sektor perkeretaapian, semua sektor akan saya sinkronkan dan memaksimalkan berdasarkan anggaran yang ada. Tentu di sektor transportasi kita melihat perkembangan pasar maunya seperti apa, apakah ada multiplier efeknya atau tidak terhadap publik," ucap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta kemarin. Dia mengatakan, pembangunan sektor transportasi harus melibatkan semua pihak dan mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat.

Kementerian Perhubungan merupakan katalisator bagi pembangunan di sektor transportasi."Sebagai regulator, kementerian ini harus efektif, jangan jadi penghambat ketika membangun infrastruktur transportasi," ujar dia. Jonan yang merupakan menteri baru dan bukan berasal dari kalangan birokrasi mengakui masih akan mempelajari semua sektor Kementerian Perhubungan, termasuk merinci permasalahan yang ada di sektor laut, udara, dan darat.

"Beri saya waktu, saya masih mengkaji semua permasalahan yang ada. Apakah itu di bidang kepelabuhanan, maskapai, maupun di sektor transportasi darat," ucap dia. Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan merupakan regulator di sektor perhubungan udara, kepelabuhanan, transportasi darat, serta perkeretaapian.

Sejumlah persoalan yang mendesak harus segera diselesaikan antara lain tingginya biaya logistik pelabuhan yang saat ini dirasakan kalangan swasta, penerapan tarif batas atas penerbangan pada November tahun ini, serta permasalahan transportasi di sektor darat dengan tantangan mengintegrasikan sektor transportasi darat dengan moda transportasi lain.

Di sektor kepelabuhanan misalnya saat ini kalangan usaha pelabuhan berharap pemerintah bisa menekan biaya logistik. Sektor lain yang perlu perhatian pemerintah saat ini ialah perhubungan udara di mana sejumlah maskapai mulai mengeluhkan bea masuk spare part pesawat. Padahal di negara lain, bea masuk untuk spare part pesawat 0%. Masalah lain di sektor ini ialah masih tingginya pembelian harga avtur pesawat di Indonesia jika dibanding negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia.

"Harga avtur dan suku cadang memiliki kontribusi besar terhadap operasional maskapai penerbangan. Bea masuk untuk suku cadang pesawat sangat penting kedua setelah avtur. Kalau avtur sekitar 50% mungkin suku cadang bisa sekitar 20%," ungkap Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ichsan amin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
14 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
2025, Anggaran untuk...
2025, Anggaran untuk Pembangunan IKN Hanya Rp143 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved