Risma Minta Petambak Garam Bentuk Koperasi

Minggu, 02 November 2014 - 22:26 WIB
Risma Minta Petambak...
Risma Minta Petambak Garam Bentuk Koperasi
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta pada petambak garam di Surabaya untuk membentuk koperasi. Keberadaan koperasi diharapkan akan mempermudah akses komunikasi antara petambak garam dengan perusahaan penampung garam.

Risma, panggilan Tri Rismaharini menilai, akan sulit bagi petambak garam untuk bisa menjalin hubungan baik dengan pihak perusahaan bila masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, perlu adanya wadah bagi petani garam.

“Melalui koperasi ini, nanti bisa hubungkan dengan perusahaan. Kan tidak mungkin pabrik berhubungan dengan orang per orang, makanya harus dibentuk koperasi,” tegas Risma di sela-sela panen raya garam bersama petambak garam di tambak garam di kawasan Romokalisari, Surabaya, Minggu (2/11/2014)

Dalam acara panen raya garam ini, para petambak garam berkesempatan menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi kepada Wali Kota Surabaya tersebut. Ketika sesi dialog dengan Risma, satu demi satu petambak garam menyampaikan keluh kesah dan pertanyaan.

Persoalan yang dikeluhkan diantaranya, soal air yang tersumbat karena adanya pelengsengan dan saluran air yang macet. Ada juga petambak garam yang mengeluhkan terpal untuk tambak garam.

“Silakan kalian tulis semua permasalahan apa yang mau disampaikan. Nanti akan kami selesaikan,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya Djoestamadji mengatakan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti permintaan dari Risma untuk membentuk koperasi bagi petani tambak, diantaranya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) serta Dinas Koperasi dan UKM.

Sebenarnya, dia mengaku, pihaknya sudah mengkaji bersama kedua instansi pemerintah tersebut perihal pembentukan koperasi, namun masih dimatangkan lagi.

"Kami kan juga harus mempelajari siapa nanti dari petambak garam yang mau jadi pengurus koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Distan Kota Surabaya mempunyai program untuk petambak garam pada tahun 2015 mendatang, mulai dari awal pembuatan garam hingga pasca panennya, termasuk pembuatan sarana dan prasarananya. Khusus untuk penyiapan infrastruktur akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP).

Sebelum panen garam, perwakilan dari paguyuban petani garam menyampaikan bahwa penerapan teknik membran membuat produktivitas garam rata-rata mencapai 120-150 ton per hektare (ha) dengan harga Rp400-450 per kilogram (kg). Kualitas garam yang dihasilkan juga jauh lebih bersih dan baik.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Dorong Percepatan...
BI Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Jawa Timur
Topang Ekonomi Jawa...
Topang Ekonomi Jawa Timur, Pemprov Jaga Kesehatan Petani
Triwulan III, Ekonomi...
Triwulan III, Ekonomi Jawa Timur Minus 3,75 Persen
Pemprov Jawa Timur Targetkan...
Pemprov Jawa Timur Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
BI Jawa Timur Prediksi...
BI Jawa Timur Prediksi Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Vaksinasi COVID-19 Pacu...
Vaksinasi COVID-19 Pacu Kinerja Ekonomi Jawa Timur
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
47 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved