Sofyan: JSS Tak Sesuai Fungsi Tol Laut Jokowi

Rabu, 05 November 2014 - 16:28 WIB
Sofyan: JSS Tak Sesuai...
Sofyan: JSS Tak Sesuai Fungsi Tol Laut Jokowi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak sesuai dengan fungsi tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya pikir dari awal itu sudah dibahas (kontroversial), karena itu juga tidak sesuai dengan fungsi tol lautnya sektor maritim Pak Presiden Jokowi," ujarnya di JCC, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Dia mengatakan, pemerintah sama sekali tidak mendukung proyek infrastruktur gagasan pemerintahan SBY. Sehingga, proyek tersebut diberhentikan sepenuhnya.

"Kemudian tanpa dukungan pemerintah, proyek tersebut tidak akan jalan. Karena dia bisa dari sisi return investment, tanpa dukungan pemerintah itu tidak akan bisa jalan," jelas Sofyan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur lebih baik difokuskan untuk percepatan transportasi dari Jawa ke Sumatera. Serta perbaikan sarana di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

"Kalaupun dibangun itu kayaknya membutuhkan empat term presiden, baru jadi. Karena itu, ini proyek dari awal ada superficial, mungkin kita akan pikirkan jalan lain. Katakanlah bagaimana memperluas, membuat terminal penyeberangan dan kemudian dengan kapal yang lebih cepat, sehingga penyeberangan dari Jawa ke Sumatera itu bisa lebih cepat," jelasnya.

Terlebih, lanjut Sofyan, penyeberangan di Pelabuhan utama Indonesia tersebut masih butuh waktu berhari-hari, yang tentu merugikan pengusaha Indonesia.

"Sekarang ini masalahnya penyeberangan itu, hari-hari, musim-musim tertentu antrean panjang. Tapi yang lain juga nanti, kita akan memperkuat sistem transportasi lewat laut," ujr dia.

Jika perbaikan di pelabuhan terus dilakukan, pihaknya berharap agar laju transportasi dari pulau Jawa ke Sumatera tidak tersendat lagi.

Sehingga diharapkan, truk yang membawa barang ke Sumatera tidak harus melewati darat. Sehingga pengembangan pelabuhan, termasuk Pelindo sudah melakukan pengembangan pelabuhan di Lampung.

"Kemudian di Bengkulu diperluas, di Palembang diperluas, di Jambi diperluas. Dengan demikian transportasi yang saat ini sebagian besar diangkut darat, bisa kita pindahkan ke laut," pungkas Sofyan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BREAKING NEWS: Gempa...
BREAKING NEWS: Gempa Bumi Guncang Selat Sunda
Kemenhub Siap Implementasikan...
Kemenhub Siap Implementasikan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Choke Point’ di Dunia,...
'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Kemenhub Sosialisasi...
Kemenhub Sosialisasi TSS Selat Sunda dan Selat Lombok Melalui SMS Broadcast
Kedubes AS Gelar Peringatan...
Kedubes AS Gelar Peringatan Pertempuran Selat Sunda
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
43 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved