Perekonomian Jatim Triwulan III Hanya Capai 5,91%

Rabu, 05 November 2014 - 23:55 WIB
Perekonomian Jatim Triwulan...
Perekonomian Jatim Triwulan III Hanya Capai 5,91%
A A A
SURABAYA - Pertumbuhan perekonomian Jawa Timur (Jatim) mengalami perlambatan. Pada triwulan III tahun 2014, pertumbuhan hanya mencapai 5,91% mengalami perlambatan dibanding triwulan III tahun 2013 yang mencapai 6,51%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) Sairi Hasbullah mengatakan, perlambatan ini terjadi akibat dari perlambatan sektor pertambangan, utamanya subsektor minyak dan gas yang mengalami kontraksi sebesar 5,46% serta pertambangan tanpa migas yang hanya mampu tumbuh sebesar 2,28%. “Pertambangan berpengarauh terhadap perlambatan ini,” katanya, Rabu (5/11/2014).

Selain itu, ada beberapa sektor seperti perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa juga tumbuh melambat dibanding tahun lalu di periode yang sama. Sektor perdagangan, hotel dan restoran hanya tumbuh 6,37%, sektor pengangkutan dan komunikasi hanya tumbuh 4,98% dan sektor jasa-jasa hanya tumbuh 4,95%.

“Melambatnya pertumbuhan sektor jasa-jasa ini terutama dipengaruhi oleh sektor jasa pemerintah yang tumbuh 0,63%,” ujar dia.

Sairi menerangkan, meski sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami perlambatan, namun sektor ini masih tetap menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim dengan prosentase sebesar 2,12%. Sedangkan sektor yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang hanya sebesar 0,04%.

Meski demikian, ujarnya, beberapa sektor lain masih mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, diantaranya adalah sektor konstruksi atau bangunan yang mampu tumbuh 9,46% dan berkontribusi terhadap total pertumbuhan sebesar 0,32%. Selanjutnya sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan tumbuh 8,01% dan menjadi sumber pertumbuhan sebesar 0,45%.

“Ini karena triwulan III/2014 Jatim banyak menyelesaikan pekerjaan konstruksi seperti pembangunan tol, jembatan dan jalan layang sehingga kinerja sektor bangunan menjadi melejit,” terangnya.

Sementara total nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim atas harga berlaku pada triwulan III/2014 tercatat mencapai Rp328,40 triliun, meningkat dibanding triwulan II/2014 yang hanya mencapai Rp315,65 triliun.

Adapun pertumbuhan ekonomi Jatim kumulatif dari Januari hingga September tercatat mencapai 6,02%. Dari pantauan BPS, seluruh sektor menunjukkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor bangunan sebesar 8,96% dan pertumbuhan terendah dihasilkan oleh sektor pertanian, yaitu sebesar 2,11%.

Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar masih sumbang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 2,25%, disusul sektor industri pengolahan sebesar 1,55%, dan sektor pengangkutan serta komunikasi yang mencapai 0,58%. Sementara PDRB Jatim kumulatif dari Januari hingga September 2014 atas harga berlaku mencapai Rp 948,41 triliun.

General Manager Varna Culture Hotel, Masduki mengatakan, bisnis hotel di Surabaya masih cukup menjanjikan meski banyak persaingan. Hotel harus berinovasi untuk membidik segmen yang sesuai. Untuk itu, pihaknya memberikan harga hotel perkamar mulai Rp850 ribu hingga Rp1,2 juta. Harga tersebut sangat cocok karena lokasi hotel berada di tengah kota. “Kami membidik pebisnis, kami yakin bisa berkembang,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Dorong Percepatan...
BI Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Jawa Timur
Pemprov Jawa Timur Targetkan...
Pemprov Jawa Timur Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Triwulan III, Ekonomi...
Triwulan III, Ekonomi Jawa Timur Minus 3,75 Persen
Topang Ekonomi Jawa...
Topang Ekonomi Jawa Timur, Pemprov Jaga Kesehatan Petani
Vaksinasi COVID-19 Pacu...
Vaksinasi COVID-19 Pacu Kinerja Ekonomi Jawa Timur
BI Jawa Timur Prediksi...
BI Jawa Timur Prediksi Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
48 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved