Stok Minyak di Bawah Perkiraan, Harag WTI Menguat

Kamis, 06 November 2014 - 10:16 WIB
Stok Minyak di Bawah...
Stok Minyak di Bawah Perkiraan, Harag WTI Menguat
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat setelah data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS) di bawah perkiraan. Sementara minyak brent stabil karena Libya menutup kilang minyak utama.

Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah naik 1,9%, kemarin. Administrasi Informasi Energi melaporkan, suplai minyak mentah di Cushing, Oklahoma yang merupakan titik pengiriman kontrak WTI menyusut 551.000 barel pada pekan lalu, penurunan pertama dalam empat minggu.

Sementara menurut sumber yang mengetahui langsung, Libya telah menghentikan operasi kilang Sharara, yang terganggu akibat pemogokan dan konflik yang terjadi sebelumnya.

Minyak menuju kondisi bearish karena adanya sinyal bahwa pasokan minyak global melampaui permintaan. Pemimpin produsen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah menolak memangkas produksi karena ingin bersaing dengan AS, yang mengalami produksi minyak tercepat dalam lebih dari 30 tahun.

"Ini menjadi titik balik stok minyak mentah AS menuju penurunan karena kilang telah mengenjot operasi mereka demi memenuhi permintaan di musim dingin," kata analis komoditas di Woori Investment & Securities Co Kang Yoo Jin seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (6/11/2014).

Dia memperkirakan, harga minyak bisa saja pulih dalam 3 bulan ke depan karena rendahnya harga akan menjadi tantangan bagi produsen gas shale dan produsen minyak asal Kanada.

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember berada di USD78,90 per barel, naik 22 sen pada pukul 10.11 pagi waktu Singapura. Kontrak naik USD1,49 ke USD78,68, kemarin.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 48% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 20% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman Desember naik 23 sen menjadi USD83,18 per barel kemarin. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,35, naik dibanding kemarin sebesar USD4,27, tersempit sejak 22 Oktober.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved