BBM Naik, Kinerja Reksa Dana Cenderung Melemah

Kamis, 06 November 2014 - 15:27 WIB
BBM Naik, Kinerja Reksa...
BBM Naik, Kinerja Reksa Dana Cenderung Melemah
A A A
JAKARTA - Jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikan pada bulan ini diprediksi akan berimbas pada naiknya angka inflasi, yang pada akhirnya akan berkorelasi negatif pada kinerja reksa dana saham di November ini.

Analis Riset PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, kenaikan harga BBM yang akan berimbas pada kenaikan inflasi, memberikan dampak negatif dalam jangka pendek bagi pasar saham dan obligasi yang menjadi aset dasar reksa dana.

"Jika pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi di bulan ini, maka ada kecenderungan kinerja reksa dana bulan ini akan melemah," kata dia kepada Sindonews, baru-baru ini.

Kendati demikian, menurut dia, efek dari kenaikan BBM bersubsidi tergantung dari seberapa besar kenaikan harga BBM tersebut. Dia menuturkan, jika BBM bersubsidi dinaikan langsung Rp3.000, maka dampaknya cukup besar. Namun ,jika dinaikan dengan nominal yang lebih kecil atau bertahap, maka pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

Dia menilai, dalam dua bulan terakhir hingga akhir tahun ini, imbas dari kenaikan harga BBM diperkirakan masih akan terasa terhadap angka inflasi. Meski begitu, dia berpendapat bahwa para pelaku pasar telah mengetahui bahwa dalam jangka panjang kenaikan harga BBM akan menyehatkan perekonomian Indonesia.

"Yang perlu dicermati adalah langkah pemerintah menanggulangi kenaikan inflasi tersebut. Jika pemerintah sigap menanggulangi inflasi, maka dampak dari kenaikan harga BBM dapat diminimalisir," tutur dia.

Di sisi lain, momen window dressing di penghujung tahun akan menjadi sentimen positif bagi pasar.

Meski kinerja rensa dana diprediksi melemah karena imbas kenaikan harga BBM bersubsidi, namun menurut dia, reksa dana saham masih akan memberikan kinerja tertinggi secara year to date (YTD). Pasalnya, secara rata-rata reksa dana saham sejak awal tahun hingga saat ini telah mencetak keuntungan lebih dari 22%.

"Itu cukup sulit disusul oleh reksa dana-reksa dana lain," ujar dia.

(Baca: Kinerja Reksa Dana Melesat)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
1 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
2 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
2 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
3 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved