Maskapai Kekurangan Pilot

Jum'at, 07 November 2014 - 13:20 WIB
Maskapai Kekurangan...
Maskapai Kekurangan Pilot
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pendidikan Penerbangan Indonesia (APPI) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menjembatani kebutuhan pilot oleh maskapai penerbangan.

Karena selama ini ketersediaan jumlah penerbang jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan industri penerbangan. Ketua Umum APPI Soenaryo mengatakan pemerintah seharusnya bisa memberikan solusi terhadap permasalahan kurangnya sumber daya penerbangan saat ini. Tumbuhnya industri penerbangan di Tanah Air tidak diimbangi dengan kapasitas jumlah penerbang.

“Kita minta pemerintah menjembatani kebutuhan pilot oleh maskapai dan ketersediaannya di sekolah penerbangan,” kata Soenaryo di Jakarta, kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah bisa menjadi penghubung antara maskapai penerbangan dan sekolah pilot melalui lembaga keuangan. Pasalnya, permasalahan kurangnya tenaga pilot karena mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Rata-rata biaya pendidikan pilot mencapai Rp700 juta.

“Pemerintah bisa menjadi penghubung, dengan dibantu bank, memberikan pinjaman pendanaan pendidikan bagi calon pilot. Sehingga, gajinya bisa dipotong setelah masa kerja nanti, yang penting lembaga keuangan tersebut harus mempunyai payung hukumnya,” tegasnya. Komisaris Indonesia International Flight Academy (IIFA) Omar Slamet mengatakan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik, jumlah penerbang pun juga mendorong industri penerbangan di wilayah tersebut.

“Dalam 10 tahun ke depan Asia Pasifik butuh 250.000 pilot. Sementara pangsa pasar industri penerbangan di dunia mencapai 40%, namun hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan jumlah pilot,” kata Omar. Lebih lanjut dia menyampaikan, di Indonesia, dari beberapa sekolah penerbangan tiap tahun hanya mempunyai kapasitas siswa penerbang sebanyak 400 orang. Padahal, permintaan dari industri penerbangan nasional melonjak hingga dua kali lipat.

“Kapasitasnya hanya 400 pilot, tapi demand nya hingga dua kali lipat. Jadi, pilot dari luar negeri didatangkan. Sementara, ada batasan dari Kemenhub dengan syarat 250 jam penerbangan on time ,” katanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah pilot yaitu dengan mendirikan sekolah pilot. IIFA didirikan sejak tahun lalu dan mempunyai base di Sumenep, Jawa Timur.

Ichsan amin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
3 menit yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
51 menit yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
51 menit yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
1 jam yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Lauren Sanchez, Jurnalis...
Lauren Sanchez, Jurnalis dan Pilot yang Taklukkan Hati Jeff Bezos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved