Intan Baruprana Targetkan Dana IPO Rp639,79 Miliar

Jum'at, 07 November 2014 - 13:22 WIB
Intan Baruprana Targetkan...
Intan Baruprana Targetkan Dana IPO Rp639,79 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Intan Baruprana Finance (IBF), perusahaan pembiayaan untuk kebutuhan pendanaan investasi maupun modal kerja berencana melepaskan saham perdana ke publik (initial public offering /IPO) dengan mengincar dana Rp639,79 miliar.

Presiden Direktur Intan Baruprana Finance, Jap Hartono, mengatakan bahwa perseroan berencana melepas sebanyak- banyaknya 40% atau setara 1,67 miliar saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Adapun, harga saham yang ditawarkan perseroan untuk IPO di kisaran Rp311 hingga Rp383 per saham. Dengan demikian, dana IPO yang dibidik mencapai Rp639,79 miliar.

“Kami berencana menggunakan dana IPO sekitar 50% untuk modal kerja pembiayaan dan 50% lagi akan digunakan untuk pembayaran utang usaha kepada kreditur grup dan nongrup,” kata Jap seusai menghadiri paparan publik perseroan di Jakarta kemarin. IBF merupakan anak usaha dari PT Intraco Penta Tbk (INTA) yaitu perusahaan penyedia solusi peralatan berat di Indonesia.

Perseroan didukung melalui induk usaha yang mempunyai 40 lokasi di Indonesia untuk menawarkan total solusi pembiayaan secara fleet financing untuk peralatan berat guna industri infrastruktur, konstruksi, transportasi darat dan air, maupun pertambangan, minyak dan gas, pertanian dan perkebunan dengan skema konvensional maupun syariah dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (USD).

Dalam aksi korporasi tersebut, IBF telah menunjuk PT BNI Securities selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter ). Perkiraan jadwal emisi saham perseroan yakni pernyataan tanggal pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 November 2014, masa penawaran pada 26-28 November 2014 dan tanggal penjatahan pada 2 Desember 2014. Rencananya saham ini akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2014.

Di tempat yang sama, Direktur PT BNI Securities Daniel Nainggolan menjelaskan, saat ini kondisi pasar masih tetap baik, sedangkan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di atas 5.000.

Meski industri batu bara tengah menurun, dengan strategi yang telah dilakukan IBF, pihaknya optimistis penawaran saham akan diserap pasar. Dia menilai, investor masih akan mencari equity dengan return yang baik pada tahun depan.

Heru febrinto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
18 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved