Penghapusan Raskin Diprotes

Jum'at, 07 November 2014 - 13:30 WIB
Penghapusan Raskin Diprotes
Penghapusan Raskin Diprotes
A A A
JAKARTA - Rencana penghapusan program beras untuk rakyat miskin (raskin) yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno ditentang keras oleh para pakar pangan.

Mereka menilai wacana tersebut bisa meresahkan masyarakat. “Hasil kajian kami, dalam survei yang dilakukan pekan ini, masyarakat lebih suka kebutuhan pangannya terjamin ketimbang jaminan BBM (bahan bakar minyak),” ujar Ketua Tim Independen Kajian Pangan Universitas Andalas Jhon Farlis dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengaku heran dengan rencana yang disampaikan menteri BUMN soal penghapusan raskin. Pasalnya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan asasi yang wajib dilindungi oleh negara. Jhon menyarankan, raskin justru harus diperluas jangkauannya.

“Selama ini pemerintah begitu ketat menjamin kebutuhan pangan masyarakat, tetapi terlalu longgar dan royal dalam menyubsidi BBM. Orang ingin memperoleh raskin harus dengan syarat tertentu. Tapi BBM bersubsidi, orangkaya boleh menikmatinya,” tandasnya. Sementara, pakar Pertanian Univesitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS) Tuhana mengungkapkan, rencana menghapus raskin dan menggantinya dengan uang tunai elektronik berpotensi melanggar UUD 1945 dan UU Pangan.

“Dalam hal implementasi, kebijakan mengganti raskin dengan uang elektronik bisa menimbulkan masalah baru. Ini akan mendorong masyarakat untuk konsumtif,”ujarnya.

Yanto kusdiantono
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved