Pergerakan Harga Barang di DIY Bukan karena BBM

Jum'at, 07 November 2014 - 14:49 WIB
Pergerakan Harga Barang...
Pergerakan Harga Barang di DIY Bukan karena BBM
A A A
YOGYAKARTA - Pergerakan harga barang di pasar tradisional di DI Yogyakarta (DIY) belum dipengaruhi rencana kenaikan harga BBM.

Namun, fluktuasi harga cenderung dipengaruhi stok barang yang terpengaruh oleh perubahan cuaca.

Petugas Pemantau Harga Barang Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Sumarno mengatakan, sebagian besar komoditas saat ini masih ditawarkan dalam kondisi harga yang stabil. Kenaikan terjadi pada komoditas cabai dan beras.

"Cabai naik paling banyak. Saat ini jenis teropong mencapai Rp44 ribu per kg. Sementara beras kenaikan antara Rp100 hingga Rp200 per kg. Untuk kelas medium harga Rp9.000 dan jenis premium Rp10.000 per kg," ujarnya, Jumat (7/11/2014).

Sejumlah komoditas yang kemarin terpantau stabil di antaranya bawang merah dan putih, gula, minyak goreng. Sementara telur dan daging ayam justru menurun antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kg.

Dia mengaku belum melihat bahwa rencana kenaikan harga BBM mengkatrol harga komoditas. "Kondisi masih normal. Kalau desas-desus kenaikan harga BBM belum ada, saya belum dengar. Kenaikan memang hanya karena stok barang yang berkurang," terangnya.

Untuk cabai dipengaruhi kondisi musim kering sehingga tidak ada panen. Sedangakan bawang saat ini pasokan panen dari Brebes, Jawa Tengah dan Bantul cukup melimpah di pasar tradisional di Yogyakarta.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Sri Harnani mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan kondisi harga barang dalam dua pekan terakhir cenderung stabil.

Maka, desas-desus rencana kenaikan harga BBM tidak memberikan pengaruh terhadap harga barang di Kota Yogyakarta.

Kendati demikian, Nanik mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan PT Pertamina untuk mengetahui kondisi stok BBM bersubsidi di Kota Yogyakarta.

"Akan segera lakukan evaluasi dan koordinasi dengan PT Pertamina untuk mengetahui stok BBM bisa sampai kapan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Buavita Gelar Kampanye...
Buavita Gelar Kampanye AyoMinumBuah
Anak Anda Enggak Doyan...
Anak Anda Enggak Doyan Sayuran? Jangan Khawatir, Cobalah Tips Berikut Ini
Puluhan Tahun Hanya...
Puluhan Tahun Hanya Makan Buah dan Sayur, Influencer Vegan Meninggal karena Kelaparan
10 Buah dan Sayuran...
10 Buah dan Sayuran Rendah Gula, Baik untuk Penderita Diabetes
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved