Proindonesia: UKM Paling Rentan Hadapi AEC 2015
Sabtu, 08 November 2014 - 15:25 WIB
Proindonesia: UKM Paling Rentan Hadapi AEC 2015
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pembina Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Mandiri (Proindonesia) Budi Satria Isman mengungkapkan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi segmen yang paling rentan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).
Sebab menurutnya, untuk usaha mikro tidak akan terlalu berpengaruh lantaran mereka tidak akan mampu bersaing.
"Untuk UMKM sebenarnya yang problem itu usaha kecil dan menengah, karena yang mikro mungkin tidak terlalu terpengaruh karena mereka sudah siap bersaing," ujar dia di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Sabtu (8/11/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, problem utama yang dihadapi UKM tersebut adalah mayoritas dari mereka belum seperti perusahaan-perusahaan yang profesional, dalam hal pengetahuan, pasar, modal, branding, dan teknologinya.
"Hal-hal itu yang harus diperbaiki. Jadi apa yang kita lakukan inilah bertujuan untuk menggerakkan mereka yang kecil menengah ini untuk siap juga bersaing hadapi AEC 2015," tuturnya.
Budi mengatakan, hal yang pertama akan dilakukannya adalah dengan memperbaiki pengetahuan para wirausaha tentang bisnis mereka.
"Karena ini lebih penting. Setelah mereka memiliki pengetahuan yang mumpuni, mereka dengan mudah dapat menggerakan bisnisnya sendiri," tukasnya.
Sebab menurutnya, untuk usaha mikro tidak akan terlalu berpengaruh lantaran mereka tidak akan mampu bersaing.
"Untuk UMKM sebenarnya yang problem itu usaha kecil dan menengah, karena yang mikro mungkin tidak terlalu terpengaruh karena mereka sudah siap bersaing," ujar dia di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Sabtu (8/11/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, problem utama yang dihadapi UKM tersebut adalah mayoritas dari mereka belum seperti perusahaan-perusahaan yang profesional, dalam hal pengetahuan, pasar, modal, branding, dan teknologinya.
"Hal-hal itu yang harus diperbaiki. Jadi apa yang kita lakukan inilah bertujuan untuk menggerakkan mereka yang kecil menengah ini untuk siap juga bersaing hadapi AEC 2015," tuturnya.
Budi mengatakan, hal yang pertama akan dilakukannya adalah dengan memperbaiki pengetahuan para wirausaha tentang bisnis mereka.
"Karena ini lebih penting. Setelah mereka memiliki pengetahuan yang mumpuni, mereka dengan mudah dapat menggerakan bisnisnya sendiri," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :