Rinaldi Jadi Dirut Pertamina Bakal Timbulkan Masalah
Senin, 10 November 2014 - 16:22 WIB
Rinaldi Jadi Dirut Pertamina Bakal Timbulkan Masalah
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi Marwan Batubara menilai, masuknya nama Rinaldi Firmansyah sebagai salah satu kandidat terkuat Direktur Utama PT Pertamina (Persero) bakal menimbulkan banyak masalah.
Terlebih lagi, sambung Marwan, Rinaldi hanya memiliki latar belakang bukan dari kalangan migas melainkan sebagai bekas Direktur Utama Telkom.
"Saya cenderung kalau di dalam ada orang-orang yang tak menunjukan prestasi, saya kira cukup masalah. Maka cenderung di dalam hanya kepentingan, apalagi bukan latar belakang migas," kata Marwan di Gedung MPR, Jakarta, Senin (10/11/2014).
Dia berpendapat, sebaiknya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengangkat orang-orang dari dalam yang lebih kompeten di bidangnya. "Kan lebih tepat ambil saja dari dalam. Kalau dari luar saya kira harus memikirkan ulang," ujarnya.
Seperti yang diketahui, sejumlah nama disebutkan ikut dalam uji kepatutan itu. Sejumlah pimpinan dan mantan pimpinan BUMN menjadi kandidat untuk menjadi pengganti Karen Agustiawan.
Enam nama disebut berasal dari calon eksternal, yaitu Budi Gunadi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom).
Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut didukung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla, namun belum ada konfirmasi langsung soal dukungan untuk Rinaldi.
(Baca: Pengamat Sarankan Pertamina Dipimpin Orang Dalam)
Terlebih lagi, sambung Marwan, Rinaldi hanya memiliki latar belakang bukan dari kalangan migas melainkan sebagai bekas Direktur Utama Telkom.
"Saya cenderung kalau di dalam ada orang-orang yang tak menunjukan prestasi, saya kira cukup masalah. Maka cenderung di dalam hanya kepentingan, apalagi bukan latar belakang migas," kata Marwan di Gedung MPR, Jakarta, Senin (10/11/2014).
Dia berpendapat, sebaiknya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengangkat orang-orang dari dalam yang lebih kompeten di bidangnya. "Kan lebih tepat ambil saja dari dalam. Kalau dari luar saya kira harus memikirkan ulang," ujarnya.
Seperti yang diketahui, sejumlah nama disebutkan ikut dalam uji kepatutan itu. Sejumlah pimpinan dan mantan pimpinan BUMN menjadi kandidat untuk menjadi pengganti Karen Agustiawan.
Enam nama disebut berasal dari calon eksternal, yaitu Budi Gunadi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom).
Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut didukung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla, namun belum ada konfirmasi langsung soal dukungan untuk Rinaldi.
(Baca: Pengamat Sarankan Pertamina Dipimpin Orang Dalam)
(gpr)
Lihat Juga :