Nelayan Keluhkan Stok BBM Subsidi di SPDN
Selasa, 11 November 2014 - 14:30 WIB
Nelayan Keluhkan Stok BBM Subsidi di SPDN
A
A
A
TANGERANG - Nelayan yang tinggal di pesisir Tanjung Pasir, Tangerang mengeluhkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang sering habis di Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN).
"BBM jarang ada di SPDN. Dalam seminggu paling cuma tiga hari yang ada," ujar Afandi, nelayan di Pelelangan Ikan Tanjung Pasir, Tangerang, Selasa (11/11/2014).
Sementara, RW Balok nelayan yang juga berkecimpung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mengatakan, stok BBM subsidi yang sering habis lantaran dijual ke penimbun untuk dijual kembali ke nelayan.
"BBM jarang ada di SPDN. Kebanyakan dijual ke penimbun (penjual) bukan buat ke nelayan," katanya.
Balok menyebutkan, bahwa pengecer biasanya menjual solar subsidi tersebut dengan kisaran harga Rp7.000 hingga Rp8.000 per liter.
Menurutnya, dia telah melaporkan hal ini ke Bintara Pembina Desa (Babinsa) namun tak kunjung mendapat tanggapan.
"Dijual ke pengecer Rp8 ribu per liter. Kalau nelayan beli habis terus. Saya sudah coba lapor ke Babinsa tapi enggak ditanggepin," tandas dia.
(Baca: Nelayan Keluhkan Kondisi Tangki BBM ke Pertamina)
"BBM jarang ada di SPDN. Dalam seminggu paling cuma tiga hari yang ada," ujar Afandi, nelayan di Pelelangan Ikan Tanjung Pasir, Tangerang, Selasa (11/11/2014).
Sementara, RW Balok nelayan yang juga berkecimpung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mengatakan, stok BBM subsidi yang sering habis lantaran dijual ke penimbun untuk dijual kembali ke nelayan.
"BBM jarang ada di SPDN. Kebanyakan dijual ke penimbun (penjual) bukan buat ke nelayan," katanya.
Balok menyebutkan, bahwa pengecer biasanya menjual solar subsidi tersebut dengan kisaran harga Rp7.000 hingga Rp8.000 per liter.
Menurutnya, dia telah melaporkan hal ini ke Bintara Pembina Desa (Babinsa) namun tak kunjung mendapat tanggapan.
"Dijual ke pengecer Rp8 ribu per liter. Kalau nelayan beli habis terus. Saya sudah coba lapor ke Babinsa tapi enggak ditanggepin," tandas dia.
(Baca: Nelayan Keluhkan Kondisi Tangki BBM ke Pertamina)
(izz)
Lihat Juga :