2 Kawasan Industri Segera Dibangun

Rabu, 12 November 2014 - 09:00 WIB
2 Kawasan Industri Segera...
2 Kawasan Industri Segera Dibangun
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mencanangkan pembangunan 13 kawasan industri di luar Pulau Jawa dan dua di Pulau Jawa.

Dari 15 kawasan industri tersebut, dua kawasan industri segera dibangun dalam waktu dekat ini. “Ada beberapa (kawasan industri) yang mungkin dalam waktu dekat ini sudah kita groundbreaking (peletakan batu pertama) di luar Pulau Jawa. Kita harapkan di bulan Desember atau Januari 2015 sudah ada satu,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin di Jakarta, kemarin.

Saleh menambahkan, kawasan industri di luar Pulau Jawa yang sudah bisa groundbreaking adalah Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah. Sementara, di Pulau Jawa adalah Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. “Tahapannya sudah berjalan dan dalam waktu dekat kami akan meninjau kawasan tersebut untuk melihat kesiapan sudah sampai mana.

Di Gresik sudah hampir 15%. Akhir November akan kami tinjau secara langsung sudah sampai sejauh mana,” lanjut Saleh. Pembangunan kawasan industri perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti akses jalan, energi listrik, dan penunjang lainnya. “Dengan berkembangnya industri, tentu akan lebih banyak menyerap tenaga kerja, terutama tenaga kerja di luar Pulau Jawa. Kita juga memikirkan para karyawannya,” kata Saleh.

Menurut Saleh, kawasankawasan industri di luar Pulau Jawa lebih berbasis pada sumber daya alam yang ada di sekitar lokasi tersebut. Misalnya, Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat, yang memanfaatkan industri gas petrokimia. “Ketika swasta menetapkan satu wilayah, tentunya sudah dihitung bahan baku yang ada di sana. Kalau tidak ada bahan baku di sana, untuk apa bangun kawasan industri,” katanya.

Saleh menyampaikan, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait lokasi industri gas. “Mungkin nanti di rapat Menko Perekonomian, sehingga terjadi koordinasi antara masing-masing kementerian,” katanya.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono menambahkan, pembangunan kawasan industri yang baru ini tak banyak menggunakan dana APBN, tapi memberikan dampak ekonomi yang besar bagi negara.

Oktiani endarwati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved