Ini Respon BI terkait Kenaikan Harga BBM
Kamis, 13 November 2014 - 17:54 WIB
Ini Respon BI terkait Kenaikan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku akan bekerja sama dengan pemerintah dalam merespon rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Saya ingin menyampaikan, BI akan terus memperhatikan kalau seandainya ada penyesuaian harga BBM. BI akan mempelajari, mendiskusikan dan merespon. Respon BI tentu dalam bentuk kerja sama dengan pemerintah," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Pihaknya meyakini, jika terjadi penyesuaian harga BBM di kisaran Rp1.000 hingga Rp3.000 maka akan ada peningkatan inflasi.
Agus menyebutkan, setiap kenaikan harga BBM Rp1.000, maka akan terjadi peningkatan kurang lebih 1,3% tambahan dalam inflasi.
"Jadi kalau seandainya naik Rp3.000, yaitu akan meningkat inflasi 3,9%. Kalau sekarang ini kita perkirakan inflasi ada di kisaran 4,5±1%, atau mungkin ada di kisaran 5,3%, yaitu nanti ditambah dengan 3,9%. BI terus akan mengawasi itu," jelasnya.
Dia mengatakan, dalam pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dirinya juga melihat ada satu peningkatan ekspektasi inflasi. Namun, tetap akan menunggu keputusan pemerintah.
"Kalau terjadi kenaikan BBM, itu kita meyakini dampak inflasinya hanya temporer. Hanya sementara. Dan dalam waktu 3-4 bulan sudah kembali normal," kata Agus.
Sebab itu, pihaknya akan terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat mengenai rencana penyesuaian harga BBM tersebut.
"Karena itu, kami dari BI aktif berkoordinasi dengan pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat untuk meyakinkan seandainya ada rencana penyesuaian harga BBM, kita akan meresponnya dengan baik," tukasnya.
"Saya ingin menyampaikan, BI akan terus memperhatikan kalau seandainya ada penyesuaian harga BBM. BI akan mempelajari, mendiskusikan dan merespon. Respon BI tentu dalam bentuk kerja sama dengan pemerintah," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Pihaknya meyakini, jika terjadi penyesuaian harga BBM di kisaran Rp1.000 hingga Rp3.000 maka akan ada peningkatan inflasi.
Agus menyebutkan, setiap kenaikan harga BBM Rp1.000, maka akan terjadi peningkatan kurang lebih 1,3% tambahan dalam inflasi.
"Jadi kalau seandainya naik Rp3.000, yaitu akan meningkat inflasi 3,9%. Kalau sekarang ini kita perkirakan inflasi ada di kisaran 4,5±1%, atau mungkin ada di kisaran 5,3%, yaitu nanti ditambah dengan 3,9%. BI terus akan mengawasi itu," jelasnya.
Dia mengatakan, dalam pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dirinya juga melihat ada satu peningkatan ekspektasi inflasi. Namun, tetap akan menunggu keputusan pemerintah.
"Kalau terjadi kenaikan BBM, itu kita meyakini dampak inflasinya hanya temporer. Hanya sementara. Dan dalam waktu 3-4 bulan sudah kembali normal," kata Agus.
Sebab itu, pihaknya akan terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat mengenai rencana penyesuaian harga BBM tersebut.
"Karena itu, kami dari BI aktif berkoordinasi dengan pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat untuk meyakinkan seandainya ada rencana penyesuaian harga BBM, kita akan meresponnya dengan baik," tukasnya.
(izz)
Lihat Juga :