Pemerintah Perlu Take Action agar NPI Lebih Baik

Minggu, 16 November 2014 - 12:47 WIB
Pemerintah Perlu Take...
Pemerintah Perlu Take Action agar NPI Lebih Baik
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, perkembangan defisit transaksi berjalan ‎selalu mengalami peningkatan pada kuartal II dan akan kembali turun pada kuartal III.

Hal ini dikarenakan, pada kuartal II banyak adanya aktivitas ekonomi seperti kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran.

"Kalau kita lihat memang selalu begitu, kuartal II pasti akan bengkak kembali karena biasanya menjelang lebaran, Ramadan yang menyebabkan impor BBM meningkat," katanya kepada Koran Sindo, Minggu (16/11/2014).

‎Meski konsumsi impor meningkat, di sisi ekspor cenderung masih alami perlambatan di tengah harga komoditas yang masih turun.

Sementara, di kuartal III impor cenderung mulai berkurang karena impor BBM pasca Lebaran mulai normal kembali.

"Saya pikir, ekspor ini harus didorong dan impor BBM harus segera diselesaikan masalahnya," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah baru harus segera take action supaya neraca transaksi berjalan ini bisa makin baik lagi pada tahun depan.

Karena, apabila membaik maka diperkirakan defisit TB akan bisa turun di bawah 3% of GDP.

Selain itu, apabila bisa turun di bawah 3%, maka diperkirakan akan menjadi sentimen positif untuk investasi dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar yang lebih suistanable lagi.

Ke depan, kata dia, diharapkan pemerintah bisa segera merealisasikan kenaikan harga BBM.

Apabila pemerintah segera menaikkan harga BBM, maka diperkirakan defisit sampai akhir tahun bisa sebesar USD28,5 miliar atau sekitar 3,1% GDP.

Sementara, di 2015 diperkirakan bisa mencapai USD28 miliar atau sekitar 2,8% GDP.

‎Dia menuturkan, untuk mencapai target itu sebetulnya pemerintah harus memberikan insentif mendorong ekspor.

Untuk mendorong ekspor pemerintah harus pula mendorong industri permesinan agar industri ini bisa tumbuh di Indonesia.

Hal itu dikarenakan, jika Indonesia memiliki permesinan sendiri, maka produsen tidak perlu mengimpor kembali barangnya.

"Jadi saya pikir dengan adanya utility di Indonesia, berarti kita bisa memproduksi sendiri barang mentah jadi barang setengah jadi atau barang jadi," ungkap Josua.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) berhasil mengurangi tekanan terhadap Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sehingga surplus pada kuartal III/2014 mencapai USD6,5 miliar atau meningkat dari USD4,3 miliar pada kuartal sebelumnya.

Perbaikan kinerja NPI ini ditopang oleh menyempitnya defisit transaksi berjalan (TB) dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sehingga dapat dibiayai sepenuhnya oleh surplus transaksi modal dan finansial (TMF).

Defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2014 sebesar USD6,8 miliar (3,07% PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit USD8,7 miliar (4,06% PDB) pada kuartal II-2014 dan defisit pada periode yang sama tahun 2013 sebesar USD8,6 miliar (3,89% PDB).

BI mengungkap, penurunan defisit TB terutama didukung oleh berbaliknya neraca perdagangan barang dari defisit menjadi surplus, dipengaruhi oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan menyempitnya defisit neraca perdagangan migas.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
53 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved