Pemerintah Klaim Harga Bahan Pokok Stabil

Senin, 17 November 2014 - 13:42 WIB
Pemerintah Klaim Harga...
Pemerintah Klaim Harga Bahan Pokok Stabil
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengklaim, secara umum harga bahan kebutuhan pokok saat ini stabil, kecuali komoditas cabai besar dan rawit merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan 30-40% dalam satu minggu.

Stabilitas harga disebutkan lebih tergantung pada faktor cuaca, logistik dan distribusi. “Berdasar hasil diskusi dengan sejumlah perwakilan pemerintah daerah, harga bahan kebutuhan pokok rata-rata stabil dan pasokan mencukupi. Di beberapa daerah seperti di Aceh dan Nusa Tenggara memang masih ada masalah terkait distribusi,” ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel seusai rapat koordinasi pengamanan dan pengawasan ketersediaan pasokan pangan kebutuhan pokok di gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta kemarin.

Terkait kenaikan harga cabai, itu merupakan fenomena yang bisa diprediksi, siklus harga cabai cenderung naik pada bulan November-Desember. Pantauan Kemendag di 33 provinsi dan 165 pasar tradisional menunjukkan rata-rata harga cabai merah keriting naik 32,42% (dari Rp40.800 per kg menjadi Rp54.100 per kg), sementara cabai merah besar dan cabai rawit merah masing-masing naik 34,42% dan 31,30%.

Kenaikan ini antara lain disebabkan pasokan ke pasar yang berkurang akibat kemarau berkepanjangan yang terjadi selama rentang Juni-Oktober. Atas kondisi ini, Mendag berjanji mencari solusi untuk menstabilkan harga, antara lain melalui penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi cabai petani. Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan perdagangan antarpulau dan antardaerah.

Hal itu juga akan ditunjang sistem angkutan yang lebih efisien semisal dengan menggunakan kereta api ketimbang truk yang muatannya terbatas. “Konsep kita mengoptimalkan perdagangan antarpulau, dari daerah surplus ke daerah sentra konsumsi,” imbuh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina. Pada kesempatan yang sama Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menegaskan, di masa paceklik seperti saat ini Bulog siap melakukan operasi pasar.

Dia meminta masyarakat tidak panik karena saat ini cadangan beras yang hampir 2 juta ton sangat cukup untuk tujuh bulan ke depan. “Untuk operasi pasar, berapa pun kita siapkan. Bahkan, Bulog sekarang operasi pasarnya bukan hanya beras medium tapi juga beras premium,” tegasnya.

Inda susanti
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
18 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
38 menit yang lalu
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tindak Awak Mobil Tangki yang Langgar Prosedur Keselamatan
1 jam yang lalu
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
1 jam yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved