Rini dan Sudirman Belum Bicarakan Dirut Baru Pertamina
Senin, 17 November 2014 - 14:43 WIB
Rini dan Sudirman Belum Bicarakan Dirut Baru Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku masih belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) yang baru dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
Padahal hari ini Rini bersama Sudirman dan jajaran Direksi Pertamina melakukan rapat tertutup di Kementerian BUMN. "Kita tidak ada pembicaraan mengenai itu (Dirut Pertamina). Enggak ada diskusi," ujar dia di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (17/11/2014).
Dia berdalih bahwa dirinya dan Sudirman telah ditunggu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. "Kita jalan dulu ya, nanti aja di sana. Kita ngejar waktu," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Global Future Institute (GFI) Hendrajit menyebut bahwa skema ekonomi neoliberal secara sistematis dan terencana dijabarkan dalam tata kelola migas Indonesia termasuk di dalam tubuh Pertamina.
"Menelisik skenario Menteri BUMN Rini Soemarno, nampaknya agenda privatisasi Pertamina akan menjadi prioritas dalam rangka meliberalisasikan sektor hilir dan untuk mendukung skema ini, maka dari itu tugas utama Dirut Pertamina yang baru nantinya," kata Hendrajit dalam acara Polemik Sindo Trijaya Network dengan tema "Bola Panas BBM" di Jakarta, Sabtu (15/11/2014).
Menurutnya, Presiden Jokowi belum mengetahui bahwa Rini melakukan seleksi terhadap calon direksi dan komisaris PT Pertamina.
"Seharusnya Rini menanyakan apakah Presiden setuju dengan calon-calon ini? Apakah presiden punya calon?" ujarnya.
Dia mengungkapkan, sebaliknya Rini justru mengusulkan presiden agar menandatangani Keputusan Presiden yang isinya untuk pemilihan dan penetapan direksi BUMN cukup dilaksanakan sepenuhnya oleh Menteri BUMN.
(Baca: Bursa Dirut Pertamina dalam Genggaman JK-Soemarno Inc)
Padahal hari ini Rini bersama Sudirman dan jajaran Direksi Pertamina melakukan rapat tertutup di Kementerian BUMN. "Kita tidak ada pembicaraan mengenai itu (Dirut Pertamina). Enggak ada diskusi," ujar dia di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (17/11/2014).
Dia berdalih bahwa dirinya dan Sudirman telah ditunggu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. "Kita jalan dulu ya, nanti aja di sana. Kita ngejar waktu," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Global Future Institute (GFI) Hendrajit menyebut bahwa skema ekonomi neoliberal secara sistematis dan terencana dijabarkan dalam tata kelola migas Indonesia termasuk di dalam tubuh Pertamina.
"Menelisik skenario Menteri BUMN Rini Soemarno, nampaknya agenda privatisasi Pertamina akan menjadi prioritas dalam rangka meliberalisasikan sektor hilir dan untuk mendukung skema ini, maka dari itu tugas utama Dirut Pertamina yang baru nantinya," kata Hendrajit dalam acara Polemik Sindo Trijaya Network dengan tema "Bola Panas BBM" di Jakarta, Sabtu (15/11/2014).
Menurutnya, Presiden Jokowi belum mengetahui bahwa Rini melakukan seleksi terhadap calon direksi dan komisaris PT Pertamina.
"Seharusnya Rini menanyakan apakah Presiden setuju dengan calon-calon ini? Apakah presiden punya calon?" ujarnya.
Dia mengungkapkan, sebaliknya Rini justru mengusulkan presiden agar menandatangani Keputusan Presiden yang isinya untuk pemilihan dan penetapan direksi BUMN cukup dilaksanakan sepenuhnya oleh Menteri BUMN.
(Baca: Bursa Dirut Pertamina dalam Genggaman JK-Soemarno Inc)
(gpr)
Lihat Juga :