Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi Dua Pekan

Selasa, 18 November 2014 - 09:38 WIB
Emas Terkoreksi dari...
Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi Dua Pekan
A A A
SINGAPURA - Harga emas global terkoreksi dari level tertinggi dalam dua pekan setelah dolar Amerika Serikat (USD) menguat dan harga energi turun, sehingga membatasi permintaan terhadap emas sebagai investasi. Harga perak, platinum dan paladium juga menurun.

Harga emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada harga USD1.184,72 per ons pada pukul 09.12 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.186,57. Logam mulia ini kemarin sempat naik ke USD1.194,38, harga tertinggi sejak 31 Oktober 2014 sebelum mterkoreksi 0,2%.

Emas menuju koreksi tahunan beruntun untuk kali pertama sejak 2000 karena Federal Reserve (The Fed) menghentikan stimulus dan akan menaikkan suku bunga, sementara bank sentral lainnya justru menambah stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga mendorong penguatan USD.

USD diperdagangkan ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir karena melemahnya euro setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa para pembuat kebijakan dapat menggunakan pembelian obligasi untuk merangsang ekonomi.

"Perbedaan fundamental ekonomi antara Amerika Serikat dan Eropa, Jepang dan China telah menyebabkan perbedaan kebijakan moneter, yang melatarbelakangi penguatan terhadap USD. Harga logam mulia terkoreksi karena anjloknya harga minyak dunia," kata analis di Yongan Futures Co Yang Xi seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (18/11/2014).

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kemungkinan akan menunda menaikkan pajak penjualan, menambah stimulus dan mempercepat pemilihan umum setelah data menunjukkan ekonomi negara Matahari Terbit itu jatuh ke dalam resesi, mengirimkan yen ke level terendah tujuh tahun terakhir terhadap USD.

Bank of Japan akan melakukan pertemuan pada pekan ini setelah The Fed melakukan pertemuan pada 28-29 Oktober lalu untuk mengakhiri program stimulus obligasi.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun untuk hari kedua karena investor menimbang terjadi pemangkasan minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada pekan depan. WTI terkoreksi 0,3 persen menjadi USD75,42 per barel dan susut 23% sepanjang tahun ini.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada harga USD1.185,10 per ons dari sebelumnya USD1.183,50. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust kemarin meningkat untuk kali pertama dalam dua pekan, naik dari level terendah dalam enam tahun terakhir.

Perak untuk pengiriman segera turun 0,1% menjadi USD16,1336 per ons setelah turun 1% kemarin. Spot platinum turun 0,1% menjadi USD1.200 per ons dan palladium turun 0,2% menjadi USD768,50 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
51 menit yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
1 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
2 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
12 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
13 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
15 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved