50 Ribu Angkutan Umum se-Jabar Siap Mogok

Selasa, 18 November 2014 - 14:06 WIB
50 Ribu Angkutan Umum...
50 Ribu Angkutan Umum se-Jabar Siap Mogok
A A A
BANDUNG - Sedikitnya 50 ribu angkutan umum Se-Jawa Barat siap mogok pada Rabu (18/11/2014) menindaklanjuti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semalam.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Barat Dede T Widarsih mengatakan, keputusan itu diambil setelah melalui Rapimnas Organda di Semarang beberapa waktu lalu.

"Setelah Rapimnas di Semarang kita akhirnya sepakat akan mogok nasional ketika diberlakukanya kenaikan BBM tanpa memperhatikan atau mensubsidi angkutan umum. Kita yang siap mogok ada sekitar 50 ribu angkutan umum," ujar Dede dihubungi wartawan, Selasa (18/11/2014).

Dengan kenaikan BBM sebesar Rp2.000, menurut Dede pihaknya merasa prihatin kepada pengusaha jasa angkutan umum yang semakin terjepit. "Kita prihatin dengan angkutan umum sekarang, ditambah roda dua yang bertambah, seyogyanya dari Sabang sampai Merauke akan mogok Nasional. Seharusnya pemerintah sudah mempersiapkan masalah itu. Subsidi angkutan umum tidak dicabut," bebernya.

Di lapangan saat ini menurut Dede, para pengusaha akhirnya secara sepihak menaikkan tarif ongkos angkutannya.

"Begitu diumumkan kita pun naik tarif dan ini jadi masalah antara pengguna dan pengusaha jasa angkutan, kapan naik dan berapa. Sedangkan ini BBM naik mendadak malam tadi, harusnya pemerintah sigap mengatasi masalah ini. Angkutan umum itu sangat penting terutama dalam ekonomi, pendidikan dan itu cukup membantu masyarakat," paparnya.

Disinggung kesiapan mogok nasional, dikatakan Dede, para ketua DPC Organda se-Indonesia rapat di Semarang dan mereka menyatakan sudah siap.

"Hari ini pun banyak angkot yang mogok tidak jalan, karena serba salah, BBM-nya sudah naik otomatis setorannya naik, tetapi ketika tarifnya dinaikan banyak yang komplain dari masyarakat," bebernya.

Pihaknya mengajukan penyesuaian tarif kepada Pemerintah Jawa Barat sebesar 35%. Namun Pemprov Jabar menyetujui 33% untuk angkutan umum dan 29% untuk bis besar. "Setidaknya angka tersebut cukup mendekati keinginan kami," ujar Dede.

Mogok nasional ini dikatakan Dede perlu dilakukan agar pemerintah memperhatikan para pengusaha jasa angkutan dan tidak sepihak menaikkan BBM.

"Imbauan hasil Rapimnas di Semarang kita mogok, agar pemerintah memperhatikan dan dilibatkan. Bahkan kita tidak dilibatkan dalam hal apa pun. Padahal kita menghasilkan pajak dari segala retribusi yang ditarik kepada kami itu cukup besar tapi tetap saja tidak dilirik," keluhnya.

Disinggung apakah akan ada sanksi kepada pengusaha jasa angkutan yang tidak mengikuti mogok nasional, Dede mengaku tidak akan menjatuhkan sanksi.

"Sanksi bagi pengusaha tidak ada tetapi kita tidak memaksa. Itu hak mereka yang pasti, mogok ini kan demi kita semua," ucapnya.

(Baca: Organda Usulkan Tarif Angkutan Umum Naik 35%)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
16 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
40 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved