Emas Global Diperdagangkan di Bawah USD1.200

Rabu, 19 November 2014 - 09:38 WIB
Emas Global Diperdagangkan...
Emas Global Diperdagangkan di Bawah USD1.200
A A A
SINGAPURA - Emas global diperdagangan di bawah harga USD1.200 per ons di tengah spekulasi naik ke level tertinggi dalam dua pekan mengurangi permintaan karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD).

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.193,24 per ons pada pukul 09.45 pagi di Singapura, turun dari hari sebelumnya di harga USD1.197,08. Kemarin, harga emas sempat naik ke USD1.204,68, tertinggi sejak 30 Oktober 2014.

Hal itu didorong Rusia yang menyatakan akan menambahkan pembelian emas sebagai cadangan, sehingga volume kontrak emas di Shanghai Gold Exchange naik ke level tertinggi sejak April 2013.

Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan, Bank Sentral Rusia membeli sekitar 150 metrik ton emas tahun ini. Data Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan bahwa Rusia melakukan pembelian emas sebanyak 77 ton pada 2013.

Sementara USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam lebih dari lima tahun menjelang pertemuan Federal Reserve pada 28-29 Oktober untuk mengakhiri program pembelian obligasi.

Emas menuju penurunan tahunan kedua karena The Fed akan segera menaikkan suku bunga (Fed rate) di tengah melemahnya harga energi. Sementara bank sentral lainnya justru menambah stimulus.

"Bank-bank sentral di luar AS terus mempertahankan kebijakan moneter longgar, sehingga mendorong penguatan USD yang pada akhirnya memberi imbas pada harga emas. Meski pembelian fisik membaik, namun tidak akan membalikkan tren penurunan," kata analis ekonomi makro di Everbright Futures Co Sun Yonggang seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (19/11/2014).

Sementara Bank Sentral Jepang melakukan pertemuan dua hari setelah Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan akan mempercepat pemilihan umum dan menunda menaikan pajak penjualan, yang mengirimkan yen ke level terendah dalam tujuh tahun terakhir terhadap USD.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember susut 0,4% menjadi USD1.192,70 per ons setelah kemarin naik ke harga tertinggi dua pekan.

Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust tidak berubah kemarin setelah meningkat pada 17 November untuk kali pertama dalam dua pekan, naik dari level terendah dalam enam tahun terakhir.

Adapun perak untuk pengiriman segera turun 0,3% menjadi USD16,1561 per ons, setelah naik 0,3% kemarin. Spot platinum turun 0,4% menjadi USD1.201 per ons, sedangkan paladium diperdagangkan pada USD773,50 per ons, turun dibanding sebelumnya di USD774.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
7 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
8 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
11 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
11 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
11 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
11 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved