Adaro Teken Jual-Beli Listrik ke PLN

Rabu, 19 November 2014 - 10:37 WIB
Adaro Teken Jual-Beli...
Adaro Teken Jual-Beli Listrik ke PLN
A A A
JAKARTA - Anak usaha PT Adaro Energy Tbk, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), meneken perjanjian jual-beli listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

BPI memperoleh perpanjangan waktu penyelesaian financial closure proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2 x 1.000 mw yang ada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Perpanjangan waktu tersebut efektif sejak 6 Oktober 2014 dan diperpanjang sampai dengan 6 Oktober 2015.

Presiden Direktur Bhimasena Power Indonesia (BPI) Mohammad Effendi menyebutkan, saat ini pembebasan lahan telah mencapai 87% dari total lahan yang dibutuhkan sebagai syarat memperoleh financial closure. “Selain itu, PLTU Batang juga sudah menerima persetujuan untuk melakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan izin-izin lainnya yang diperlukan,” ujarnya pada media gathering di Jakarta kemarin.

Oleh karena itu, dia berharap Undang-Undang No.2/ 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum diharapkan segera diberlakukan oleh Pemerintah dan dilaksanakan oleh PLN. “Dengan berlakunya UU tersebut, penyelesaian pembiayaan proyek dapat dilaksanakan sebelum 6 Oktober 2015,” harapnya.

Effendi menjelaskan, amendemen itu merefleksikan komitmennya untuk segera mengatasi krisis listrik yang akan mengancam Pulau Jawa. “Ini merupakan komitmen BPI untuk mencegah terjadinya krisis listrik di Jawa dan Bali,” katanya. Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan, proyek pembangkit ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menjadi perusahaan tambang dan energi di Indonesia.

Dia menyebutkan, PLTU Batang merupakan pembangkit listrik mandiri dengan kapasitas terbesar di Indonesia dan akan menjadi proyek strategis dalam memenuhi kebutuhan listrik yang terus bertambah di Pulau Jawa dan Bali pada tahun 2019 mendatang. “PLTU Batang menggunakan teknologi terkini dengan menawarkan peningkatan efisiensi,” ungkapnya. Lebih jauh Adaro menyatakan kesiapannya memasok sebagian besar kebutuhan batu bara untuk pembangkit itu.

“Kami memiliki batu bara envirocoal yang tingkat pencemarannya rendah,” ujarnya. Sebagai catatan, teknologi yang akan diaplikasikan pada PLTU Batang ini menggunakan baja modern sehingga memungkinkan penggunaan boiler besar dengan karakteristik ultra- supercritical (USC). Karena itu, dia optimistis PLTU Batang akan menjadi model teknologi pembangkit listrik yang sangat efisien dan lebih ramah lingkungan.

Sementara, anak usaha Adaro Energy lainya, PT Adaro Power, akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 x 100 megawatt di wilayah Tabalong, Kalimantan Selatan. Effendi mengatakan, nilai proyek PLTU ini mencapai USD500 juta atau sekitar Rp5 triliun. Perseroan akan menggunakan kas internal dan juga eksternal sebagai sumber pembiayaan.

” Rencananya sekitar 80% dari total investasi akan menggunakan instrumen pendanaan dari lembaga keuangan perbankan asing,” jelasnya. Perseroan menargetkan, dalam rentang waktu enam hingga 12 bulan ke depan, proses financial closed nya sudah rampung dilaksanakan.

“Sekitar 80% dari total investasi akan menggunakan pinjaman perbankan dari sindikasi perbankan Korea, Sedangkan, 20% berasal dari kas internal yang mengacu pada laporan keuangan Adaro Energy pada kuartal III/2014, di mana perseroan masih memiliki kas dan setara kas sebesar USD1,62 miliar,” ungkapnya.

Effendi melanjutkan, 20% dana yang akan dikeluarkan dari kas internal tergantung dari proporsi kepemilikan saham di Tanjung Power Indonesia (TPI). Pasalnya, perseroan memiliki 65% saham TPI. TPI menandatangani PJBL dengan PT PLN (Persero) pada 15 Oktober 2014.

“Nantinya Tanjung Power Indonesia akan memasok listrik ke PLN untuk kawasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama 25 tahun ke depan,” katanya.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
20 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
53 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved