USD Menguat, Emas Global Lanjutkan Pelemahan
Kamis, 20 November 2014 - 09:50 WIB
USD Menguat, Emas Global Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
SINGAPURA - Emas diperdagangkan melanjutkan pelemahan di bawah USD1.200 per ons karena dolar Amerika Serikat (USD) mendekati level tertinggi dalam lima tahun seiring naiknya suku bunga AS di tengah menyusutnya kepemilikan emas di SPDR Gold Trust.
Logam mulia untuk pengiriman segera berfluktuatif sekitar 0,3%, dan diperdagangkan di USD1.179,24 per ons pada pukul 09.06 pagi di Singapura dari hari sebelumnya di harga USD1.182,68.
Logam mulia ini telah turun 1,2% kemarin setelah reli ke harga tertinggi dua pekan di USD1.204,68 pada 18 November 2014.
Sementara USD menuju penutupan tertinggi sejak Maret 2009 karena melemahnya yen setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa program stimulus diakhiri dan suku bunga The Fed (Fed rate) akan dinaikkan, sementara Jepang menambah stimulus.
Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust kemarin turun ke level terendah sejak September 2008 setelah meningkat pada 17 November untuk kali pertama dalam dua pekan.
"Kami melihat perbedaan yang signifikan antara kebijakan Fed dan bank sentral lainnya, yang membuatnya USD ke depannya sulit melemah. Dengan begitu, akan sulit bagi emas untuk menguat," kata analis di CITIC Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (20/11/2014).
Menurut risalah pertemuan 28-29 Oktober yang dirilis kemarin, banyak pejabat mengatakan bahwa bank sentral harus tetap memperhatikan data yang melemah, yang akan mempengaruhi inflasi dalam jangka panjang.
Adapun emas di Comex, New York untuk pengiriman Desember turun 1,4% menjadi USD1.177,70 per ons, memperpanjang penurunan 0,3% kemarin.
Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,7% menjadi USD16,0337 per ons setelah turun 0,3% kemarin. Spot platinum turun 0,2% menjadi USD1.185,63 per ons, memperpanjang penurunan 1,5% kemarin. Sedangkan palladium sedikit berubah menjadi USD763,25 per ons setelah penurunan 1,3%, kemarin.
Logam mulia untuk pengiriman segera berfluktuatif sekitar 0,3%, dan diperdagangkan di USD1.179,24 per ons pada pukul 09.06 pagi di Singapura dari hari sebelumnya di harga USD1.182,68.
Logam mulia ini telah turun 1,2% kemarin setelah reli ke harga tertinggi dua pekan di USD1.204,68 pada 18 November 2014.
Sementara USD menuju penutupan tertinggi sejak Maret 2009 karena melemahnya yen setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa program stimulus diakhiri dan suku bunga The Fed (Fed rate) akan dinaikkan, sementara Jepang menambah stimulus.
Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust kemarin turun ke level terendah sejak September 2008 setelah meningkat pada 17 November untuk kali pertama dalam dua pekan.
"Kami melihat perbedaan yang signifikan antara kebijakan Fed dan bank sentral lainnya, yang membuatnya USD ke depannya sulit melemah. Dengan begitu, akan sulit bagi emas untuk menguat," kata analis di CITIC Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (20/11/2014).
Menurut risalah pertemuan 28-29 Oktober yang dirilis kemarin, banyak pejabat mengatakan bahwa bank sentral harus tetap memperhatikan data yang melemah, yang akan mempengaruhi inflasi dalam jangka panjang.
Adapun emas di Comex, New York untuk pengiriman Desember turun 1,4% menjadi USD1.177,70 per ons, memperpanjang penurunan 0,3% kemarin.
Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,7% menjadi USD16,0337 per ons setelah turun 0,3% kemarin. Spot platinum turun 0,2% menjadi USD1.185,63 per ons, memperpanjang penurunan 1,5% kemarin. Sedangkan palladium sedikit berubah menjadi USD763,25 per ons setelah penurunan 1,3%, kemarin.
(rna)
Lihat Juga :