BI Sasar Pasar Keuangan Berdaya Tahan Tinggi di ASEAN
Jum'at, 21 November 2014 - 13:12 WIB
BI Sasar Pasar Keuangan Berdaya Tahan Tinggi di ASEAN
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyasar pasar keuangan Indonesia sebagai pasar keuangan yang diperhitungkan di ASEAN, berdaya tahan tinggi.
BI telah menetapkan inisiatif-inisiatif pendalaman pasar keuangan di 2014 untuk memperluas opsi-opsi dunia usaha terhadap pembiayaan investasi dan meningkatkan resiliensi pasar keuangan domestik terhadap gejolak eksternal.
"Ini akan kami lanjutkan sampai satu dekade ke depan. Sasaran kami adalah pasar keuangan Indonesia sebagai salah satu pasar keuangan yang diperhitungkan di ASEAN, berdaya tahan tinggi, dan mampu mendukung transisi Indonesia ke negara maju," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (20/11/2013) malam.
Sebagai otoritas pasar uang dan pasar valuta asing Bank Indonesia menargetkan tahun ini, nilai transaksi di pasar uang mencapai kisaran 15%-20% dari PDB. Sementara, di pasar uang valuta asing mencapai 3% dari nilai perdagangan luar negeri.
Tercapainya sasaran-sasaran ini akan menunjukkan bahwa pasar uang dan valuta asing Indonesia berfungsi dengan baik, dan mampu menjadi penopang pendalaman di pasar modal.
"Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, inisiatif pendalaman pasar keuangan akan kami landaskan pada lima pilar," ujarnya.
Pertama, pembenahan regulasi dan standardisasi. Pada pilar ini BI akan mereformasi regulasi untuk mendorong peran pelaku pasar tanpa mengurangi kehati-hatian.
"Untuk itu, kami akan mengatur dan mengawasi pasar uang. Sementara itu di pasar valas, penyempurnaan regulasi transaksi lindung nilai akan dilanjutkan," tutur dia.
Kedua, penguatan kelembagaan. Pilar ketiga adalah pengayaan instrumen dan perluasan basis investor.
"Pada pilar ini, kami akan mendorong tersedianya keragaman instrumen di pasar uang, sebagai sumber pendanaan (funding) dan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas," kata Agus.
Keempat, penguatan infrastruktur pasar. Menurutnya, pada pilar ini BI akan mengembangkan platform transaksi berbasis bursa untuk memperkuat transparansi di pasar uang.
"Ini diharapkan dapat mengefisienkan transaksi di pasar uang, sekaligus sebagai media pengendalian risiko bagi pelaku pasar," imbuh dia.
Pilar kelima, edukasi dan sosialisasi. Ini akan dilakukan secara meluas, termasuk kepada penegak hukum, terutama terkait pentingnya transaksi lindung nilai.
BI telah menetapkan inisiatif-inisiatif pendalaman pasar keuangan di 2014 untuk memperluas opsi-opsi dunia usaha terhadap pembiayaan investasi dan meningkatkan resiliensi pasar keuangan domestik terhadap gejolak eksternal.
"Ini akan kami lanjutkan sampai satu dekade ke depan. Sasaran kami adalah pasar keuangan Indonesia sebagai salah satu pasar keuangan yang diperhitungkan di ASEAN, berdaya tahan tinggi, dan mampu mendukung transisi Indonesia ke negara maju," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (20/11/2013) malam.
Sebagai otoritas pasar uang dan pasar valuta asing Bank Indonesia menargetkan tahun ini, nilai transaksi di pasar uang mencapai kisaran 15%-20% dari PDB. Sementara, di pasar uang valuta asing mencapai 3% dari nilai perdagangan luar negeri.
Tercapainya sasaran-sasaran ini akan menunjukkan bahwa pasar uang dan valuta asing Indonesia berfungsi dengan baik, dan mampu menjadi penopang pendalaman di pasar modal.
"Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, inisiatif pendalaman pasar keuangan akan kami landaskan pada lima pilar," ujarnya.
Pertama, pembenahan regulasi dan standardisasi. Pada pilar ini BI akan mereformasi regulasi untuk mendorong peran pelaku pasar tanpa mengurangi kehati-hatian.
"Untuk itu, kami akan mengatur dan mengawasi pasar uang. Sementara itu di pasar valas, penyempurnaan regulasi transaksi lindung nilai akan dilanjutkan," tutur dia.
Kedua, penguatan kelembagaan. Pilar ketiga adalah pengayaan instrumen dan perluasan basis investor.
"Pada pilar ini, kami akan mendorong tersedianya keragaman instrumen di pasar uang, sebagai sumber pendanaan (funding) dan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas," kata Agus.
Keempat, penguatan infrastruktur pasar. Menurutnya, pada pilar ini BI akan mengembangkan platform transaksi berbasis bursa untuk memperkuat transparansi di pasar uang.
"Ini diharapkan dapat mengefisienkan transaksi di pasar uang, sekaligus sebagai media pengendalian risiko bagi pelaku pasar," imbuh dia.
Pilar kelima, edukasi dan sosialisasi. Ini akan dilakukan secara meluas, termasuk kepada penegak hukum, terutama terkait pentingnya transaksi lindung nilai.
(izz)
Lihat Juga :