Bank BUMN Belum Akan Naikkan Bunga

Senin, 24 November 2014 - 13:22 WIB
Bank BUMN Belum Akan...
Bank BUMN Belum Akan Naikkan Bunga
A A A
JAKARTA - Kendati Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan ke level 7,75% pada pekan lalu, bank BUMN belum akan menaikkan suku bunga kredit kepada nasabahnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menilai, kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (0,25%) masih bisa membuat perbankan bertahan ke depannya. “Kami tidak akan buruburu menaikkan suku bunga,” ujar Budi di Jakarta pekan lalu. Dia menyatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan tidak membuat Bank Mandiri khawatir.

Nasabah Mandiri menurutnya bukan tipe yang terlalu sensitif dengan kenaikan suku bunga 0,25%. “Saya rasa, kalau hanya segitu (0,25%) masih bisa bertahan,” katanya. Budi juga menambahkan, kenaikan BI Rateyang diumumkan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Budi Satria mengungkapkan, BRI belum berencana menaikkan suku bunga. BRI masih terus memantau perkembangan kondisi pasar saat ini. “Belum ada rencana seperti itu (menaikkan suku bunga kredit), kita masih akan terus memantau dulu kondisinya,” kata Budi saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Berbeda dengan bank BUMN, pascakenaikan BI Rate perbankan swasta justru sedang bersiap-siap menaikkan suku bunga kreditnya. Salah satunya adalah PT Bank Bukopin Tbk. Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi, pihaknya berencana menaikkan suku bunga kredit, mengikuti kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps.

Tetapi, untuk menetapkan kapan waktu dan berapa persen kenaikannya, Glen masih menunggu. “Kami masih memutuskan range-nya, semakin tinggi risiko kredit maka bunga kredit akan semakin tinggi,” ujar Glen saat ditemui KORAN SINDO akhir pekan lalu.

Sementara, PT Bank Permata Tbk juga berencana menaikkan bunga kreditnya. Namun, pihaknya masih melihat kondisi pasar terlebih dahulu sebelum memutuskan berapa rasio yang akan dinaikkan. “Kami akan pertimbangkan itu. Jika naik, rasionya akan sama dengan kenaikan BI rate yakni 25 bps. Namun, kita masih menanti kondisi pasar dulu,” ungkap Presiden Direktur Bank Permata Roy A Arfandy.

Di bagian lain, Ikatan Bankir Indonesia (IBI) menyatakan dukungannya terhadap langkah BI yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 7,75% dari sebelumnya 7,5%.

Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini mengatakan, langkah BI menaikkan suku bunga acuan merupakan antisipasi untuk menghadapi inflasi lantaran Pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi. Selain itu, kenaikan BI Rate dirasa perlu untuk menjaga likuiditas perbankan dan modal dari luar negeri atau foreign direct investment( FDI).

Hal senada disampaikan pengamat ekonomi A Prasetyantoko. Menurutnya, kenaikan BI Rate ini merupakan salah satu tujuan BI untuk mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat, sehingga inflasinya tidak tinggi.

Kunthi Fahmar Sandy
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved