Rencana Impor 500 Kapal Diprotes

Senin, 24 November 2014 - 13:31 WIB
Rencana Impor 500 Kapal...
Rencana Impor 500 Kapal Diprotes
A A A
JAKARTA - Kalangan usaha galangan kapal yang tergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengkritisi pernyataan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang menyatakan bahwa swasta siap mengimpor kapal berkapasitas 3.500-5000 DWT.

Pernyataan tersebut dinilai mencitrakan bahwa industri galangan kapal nasional tidak mampu. “Padahal, bukan persoalan tidak mampu. Kita akui memang, jika membuat di dalam negeri harganya lebih mahal. Tapi, itu karena insentif yang juga masih kurang di sektor ini dibanding negara-negara lain di ASEAN,” ujar Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

Menurut dia, kemampuan galangan nasional saat ini terus tumbuh, sejalan dengan program pemberdayaan angkutan laut nasional. Tetapi, pertumbuhan tersebut belum optimal akibat hambatan kebijakan fiskal dan moneter yang memberatkan. “Pemerintah sudah berjanji akan memberikan kebijakan fiskal yang pro terhadap industri galangan, yakni penghapusan PPN atas impor dan pembelian komponen kapal dan penghapusan bea masuk impor komponen dan insentif PPh final. Kami optimistis, ketiga instrumen kebijakan fiskal ini akan mengangkat daya saing industri galangan,” ujarnya.

Adanya insentif fiskal di sektor ini diharapkan bisa mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintahan saat ini. Diketahui, wacana impor yang diungkapkan anggota Kadin adalah pengadaan kapal melalui PT Zadasa sebanyak 500 unit. Impor tersebut dilakukan karena usaha galangan di dalam negeri belum mampu membangun kapal berkapasitas besar.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mendukung Iperindo. Dia berharap, kebijakan insentif fiskal tersebut akan makin memperkuat daya saing galangan kapal nasional. Pemerintah pun bisa membangun industri dan ekonomi di daerah demi mengakselerasi industri logistik. Selama ini, kata dia, kapal-kapal di dalam negeri cukup tersedia untuk kebutuhan tersebut.

“Bayangkan kalau itu terpenuhi (pertumbuhan industri dan ekonomi daerah). Barang yang diangkut ada, otomatis kapal-kapal juga semakin banyak dibutuhkan yang pada akhirnya menggairahkan industri galangan kapal,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah masih menggodok pemberian insentif bagi usaha galangan kapal di dalam negeri di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Bentuk insentif itu antara lain bea masuk 0% untuk komponen impor tertentu, penyederhanaan prosedur bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP), opsi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 0%, fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) final untuk galangan kapal dan insentif non-fiskal seperti tarif sewa yang kompetitif lahan milik BUMN dan Angkatan Udara.

Ichsan Amin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
5 Data Ini Perlihatkan...
5 Data Ini Perlihatkan Bagaimana Tarif Impor Terbaru Trump Berdampak ke Ekonomi
27 menit yang lalu
Cegah Likuidasi Paksa,...
Cegah Likuidasi Paksa, Tes Insolvensi Ganda Mendesak Diterapkan dalam UU Kepailitan
1 jam yang lalu
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
1 jam yang lalu
Purbaya Diterpa Kabar...
Purbaya Diterpa Kabar Rangkap Jabatan Menkeu dan Gubernur BI: Saya Mah Isu Abadi
1 jam yang lalu
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
2 jam yang lalu
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved