ABC Akan Kurangi 400 Pegawai

Selasa, 25 November 2014 - 11:22 WIB
ABC Akan Kurangi 400...
ABC Akan Kurangi 400 Pegawai
A A A
SYDNEY - Lebih dari 400 pegawai Australian Broadcasting Corporation (ABC) akan dirumahkan setelah Pemerintah Australia memangkas dana untuk perusahaan penyiaran tersebut.

Pemerintah Australia pekan lalu mengumumkan anggaran ABC akan dipangkas hingga USD221 juta dalam lima tahun mendatang. Kebijakan ini memicu unjuk rasa ribuan orang di Sydney dan Melbourne pada akhir pekan lalu. Managing Director ABC Mark Scott kemarin mengatakan, pemangkasan anggaran berarti ratusan pegawai akan diberhentikan.

“Kami memperkirakan lebih dari 400 orang, hampir 10% dari tenaga kerja kita, menghadapi kemungkinan pemecatan saat kita menyesuaikan aktivitas kita dalam beberapa bulan mendatang,” ungkapnya, dikutip kantor berita AFP . “Kami menilai perubahan sangat penting untuk menjamin kesehatan organisasi dalam jangka panjang, tapi saya sadar ini tidak enak bagi mereka yang kehilangan pekerjaannya,” kata Scott.

Scott menjelaskan, ABC juga akan meninjau kepemilikan properti yang salah satunya berada di Sydney untuk dijual, serta studio produksi televisi Adelaide dan lima stasiun radio lokal akan ditutup. Sejumlah biro asing juga akan direstrukturisasi dan kantor baru Beirut akan dibuka. Scott juga menjelaskan langkah baru untuk layanan digital, dengan dana investasi 20 juta dolar Australia untuk bidang tersebut, serta menciptakan divisi baru ABC Digital Network pada 2015.

Chairman Board ABC James Spigelman menyatakan, inisiatif itu merupakan respons untuk dua tantangan yakni perubahan teknologi dan pengurangan dana. “Mereka menyediakan dana untuk berinvestasi dalam bidang online dan strategi mobile yang penting, yang dapat menghubungkan ABC secara lebih baik dengan para audiensnya,” tuturnya. Scott yakin perubahan itu merupakan yang terbaik untuk ABC di masa depan.

“ABC tidak dapat tetap berdiri dan menghadapi risiko menjadi kurang sesuai untuk generasi masa depan,” ujarnya. Pemerintah Australia saat ini menyediakan dana sebesar 1,4 miliar dolar Australia setiap tahun untuk ABC. Dalam pengumuman pekan lalu, Menteri Komunikasi Australia Malcolm Turnbull menjelaskan, ABC harus mampu mendanai kurang dari pemangkasan 5% secara efisien dan tanpa mengorbankan program yang sudah ada.

Sejak terpilih September 2013, pemerintahan konservatif Australia mengumumkan penghematan di berbagai bidang untuk mengurangi pertumbuhan defisit anggaran. Turnbull mengatakan, ABC dan SBS tidak bisa menghindar dari ketidakefisienan. Berbagai perusahaan media di Australia, seperti juga di luar negeri, harus melakukan pengurangan pegawai dalam beberapa tahun terakhir di tengah sulitnya transisi menuju media digital.

Saat ini ekonomi Australia kehilangan pijakan pada kuartal II/2014 setelah penurunan tajam pada ekspor yang hanya tumbuh 0,5%. Penurunan terjadi setelah awal yang kuat tahun ini. Pertumbuhan tahunan sebesar 3,1%, dibandingkan pertumbuhan 3,5% pada kuartal I/2014.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
8 menit yang lalu
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
56 menit yang lalu
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
1 jam yang lalu
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
1 jam yang lalu
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
2 jam yang lalu
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved