Pertamina Alokasikan 1,7 KL Solar Subsidi untuk Nelayan
Selasa, 25 November 2014 - 15:21 WIB
Pertamina Alokasikan 1,7 KL Solar Subsidi untuk Nelayan
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya mengatakan, pada tahun ini, Pertamina mengalokasikan 1,7 juta kiloliter (KL) solar bersubsidi untuk kebutuhan nelayan.
Kebutuhan nelayan tersebut disalurkan dalam program subsidi BBM lewat kartu BBM nelayan yang sistemnya dipersiapkan Pertamina, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan BRI selama satu bulan.
"Sampai tahun ini, alokasi atau kuota buat nelayan, belum secara spesifik ditentukan pemerintah atau BPH Migas. Tapi 2014, kita mengalokasikan 1,7 juta KL untuk kebutuhan nelayan, juga untuk kebutuhan budidaya tambak dan lainnya," ujarnya di Cilincing, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2014).
Hanung mengatakan, pihaknya sudah meminta BPH Migas mengalokasikan BBM bersubsidi khusus nelayan di 2015 beberapa kiloliter.
"Dari situ kita akan alokasikan untuk masing-masing provinsi wilayah sesuai kebutuhan. Tentunya kita akan mendapat masukan dari KKP wilayah mana saja berdasarkan jumlah nelayan dan kapalnya," kata dia.
Uji coba sistem kartu BBM nelayan hari ini pertama dilakukan di Cilincing, Jakarta Utara. Uji coba ini akan disempurnakan dalam dua hingga tiga pekan ke depan sebelum benar-benar sempurna diluncurkan di daerah lain.
"Kita uji coba dulu di sini, kemudian nanti ada perluasan di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur," tandasnya.
Kebutuhan nelayan tersebut disalurkan dalam program subsidi BBM lewat kartu BBM nelayan yang sistemnya dipersiapkan Pertamina, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan BRI selama satu bulan.
"Sampai tahun ini, alokasi atau kuota buat nelayan, belum secara spesifik ditentukan pemerintah atau BPH Migas. Tapi 2014, kita mengalokasikan 1,7 juta KL untuk kebutuhan nelayan, juga untuk kebutuhan budidaya tambak dan lainnya," ujarnya di Cilincing, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2014).
Hanung mengatakan, pihaknya sudah meminta BPH Migas mengalokasikan BBM bersubsidi khusus nelayan di 2015 beberapa kiloliter.
"Dari situ kita akan alokasikan untuk masing-masing provinsi wilayah sesuai kebutuhan. Tentunya kita akan mendapat masukan dari KKP wilayah mana saja berdasarkan jumlah nelayan dan kapalnya," kata dia.
Uji coba sistem kartu BBM nelayan hari ini pertama dilakukan di Cilincing, Jakarta Utara. Uji coba ini akan disempurnakan dalam dua hingga tiga pekan ke depan sebelum benar-benar sempurna diluncurkan di daerah lain.
"Kita uji coba dulu di sini, kemudian nanti ada perluasan di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :