Pengamat: Konsolidasi Perbankan Perlu Kajian

Selasa, 25 November 2014 - 15:24 WIB
Pengamat: Konsolidasi...
Pengamat: Konsolidasi Perbankan Perlu Kajian
A A A
JAKARTA - Pengamat Perbankan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Paul Sutaryono menilai bahwa penggabungan (konsolidasi) perbankan bagus untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, namun masih memerlukan kajian.

Menurut dia, konsolidasi itu harus disampaikan secara utuh kepada pelaku industri perbankan.

"Jadi, regulator memberikan arahan secara utuh, jangan sepenggal-penggal memberi tahu mengenai merger BUMN. Misalkan, seperti konsolidasi BPR, BPD dan lain-lain," kata Paul saat dihubungi, Selasa (25/11/2014).

Pasalnya, dia menambahakan, jika nanti regulator memberikan informasi secara tidak lengkap akan membuat resistensi menjadi tinggi. Karena itu, roadmap-nya harus lengkap dan jelas untuk mencegah resistensi muncul.

"Merger itu tidak langsung, ini harusnya ada kajiannya dulu, jadi dibicarakan dengan asosiasi, seperti dengan Apindo, Perbanas dan lain-lain. Nanti dari asosiasi bisa disampaikan secara akademis, baru dibicarakan. Misal, apakah Bank Mandiri bagusnya dengan bank apa dan lain lainnya," tutur dia.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani‎ mengungkapkan, perbankan nasional memerlukan insentif untuk mendorong konsolidasi.

Insentif yang bisa diberikan adalah keringanan pajak atau pengurangan setoran dividen untuk bank BUMN.‬ Dia melanjutkan, insentif diperlukan agar upaya konsolidasi datang dari inisiatif industri, bukan merupakan paksaan.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku masih melakukan analisis terhadap rencana penggabungan bank BUMN. Dia menuturkan, analisa yang dilakukan Kementerian BUMN bersama instansi terkait penggabungan dua BUMN perbankan, apakah perlu dilakukan atau tidak.

"Kita sedang menganalisa, pernah ada wacana bank Mandiri dan Bank BTN (digabung), tapi ternyata tidak tepat. Jadi, ini masih dilihat keanekaragaman dari banknya," ujar Rini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved