Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?

Selasa, 07 Januari 2025 - 09:34 WIB
loading...
Wabah HMPV Merebak di...
Seorang perawat berjalan melewati sebuah jam di sebuah rumah sakit di Beijing. Kasus human metapneumovirus (HMPV) melonjak di China. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - HMPV , yang telah beredar di China telah mengalami peningkatan kasus yang signifikan, terutama di antara anak-anak di bawah 14 tahun, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Hal ini telah memicu spekulasi tentang virus yang berpotensi mencapai India atau menciptakan krisis kesehatan masyarakat yang serupa dengan pandemi Covid-19.

Dalam situasi yang mengingatkan pada pandemi Covid-19, China saat ini sedang mengalami peningkatan kasus human metapneumovirus (HMPV), sebuah infeksi saluran pernapasan. Unggahan di media sosial telah menimbulkan kekhawatiran bahwa virus ini menyebar dengan cepat di seluruh negeri, sehingga berpotensi membuat fasilitas kesehatan kewalahan. Namun, China belum secara resmi menyatakan HMPV sebagai epidemi.

Menurut data Kantor Wilayah Pasifik Barat (WPRO) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari tanggal 16-22 Desember, telah terjadi peningkatan infeksi saluran pernapasan akut di seluruh China. Ini termasuk influenza musiman, rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), dan HMPV.

Baca Juga: Wabah Virus HMPV Merebak di China, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada

HMPV dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada orang-orang dari segala usia, tetapi paling sering terlihat pada anak kecil dan orang tua, di mana penyakit ini dapat berkembang menjadi bronkiolitis, bronkitis, atau pneumonia. Menurut American Lung Association, anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling rentan terhadap komplikasi infeksi HMPV.

HMPV menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau dengan bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi. Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China (NCDPA) telah menerapkan sistem pemantauan, yang dirancang untuk melacak dan mengelola kasus pneumonia yang tidak diketahui asalnya. Pernyataan NCDPA baru-baru ini menyoroti peningkatan yang signifikan dalam infeksi saluran pernapasan sejak Desember 2024 lalu.

Protokol baru ini mengharuskan laboratorium untuk melaporkan infeksi, sementara lembaga pengendalian penyakit mengawasi dan mengelola kasus untuk memastikan respons terkoordinasi terhadap masalah kesehatan yang sedang berlangsung. Meskipun laporan resmi belum mengklasifikasikan situasi sebagai kritis, NCDPA telah mengakui adanya peningkatan infeksi saluran pernapasan antara tanggal 16 dan 22 Desember.

Krisis Ekonomi dari Pandemi Covid-19


Wabah HMPV yang merebak di China ini mungkinkah menjadi pandemi berikutnya dan memiliki dampak ekonomi seperti Covid-19? Pandemi Covid-19 mengirimkan gelombang kejut ke seluruh perekonomian dunia dan memicu krisis ekonomi global terbesar lebih dari satu abad terakhir. Krisis ini menyebabkan peningkatan dramatis dalam ketidaksetaraan di dalam dan di berbagai negara.

Berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank) negara-negara berkembang dan kelompok-kelompok yang kurang beruntung secara ekonomi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memulihkan hilangnya pendapatan dan mata pencaharian yang disebabkan oleh pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Berita Terkini
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved