Pertamina Serahkan Pengawasan Subsidi BBM Nelayan ke KKP

Selasa, 25 November 2014 - 18:25 WIB
Pertamina Serahkan Pengawasan...
Pertamina Serahkan Pengawasan Subsidi BBM Nelayan ke KKP
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak melakukan pengawasan terhadap pemberian subsidi solar kepada nelayan lewat kartu BBM Nelayan yang diluncurkan uji cobanya hari ini.

Direktur Pemasaran dan Niaga, Hanung Budya mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pihak Pertamina hanya memastikan bahwa SPDN tertentu memiliki kuota yang sudah ditentukan setiap bulannya.

"Dan itulah yang kita akan jaga. Jadi itu enggak boleh lebih. Karena jatah yang kita berikan itu, per kota dan kabupaten. Jadi kalau kuotanya sudah habis, enggak bisa nambah lagi," ujar Hanung di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Namun, jika di suatu wilayah tertentu kuota BBM mengalami penghabisan, Hanung mengatakan akan meminta izin ke BPH Migas untuk menggeser dari lokasi lain ke wilayah lain yang masih lebih.

"Kita akan izin ke BPH migas. Jadi kalau kuota BBM bersubsidi di Jakarta Utara habis misalnya, itu enggak bisa nambah lagi. Kita mesti minta izin ke BPH migas, untuk menggeser dari lokasi lain ke wilayah lain yang masih lebih. Nah, ini yang masih jadi masalah," ujar Hanung.

Contoh masalahnya, terang Hanung, pada saat misalnya musim ikan tuna. Musim ikan tuna itu ditangkap di perairan selatan Bali. Pada saat tertentu musim ikan tuna, nelayan itu berangkat ke sana. Padahal, nelayan itu kapalnya terdaftar di Jakarta. Jadi jatah dia terdaftar di Jakarta. Sehingga nelayan tersebut tak bisa beli di Bali.

"Mekanisme ini sedang kita tata ulang, bagaimana caranya. Saya pikir jika dengan kartu ini, kita bisa. Karena sistemnya online. Jadi dia bawa kartu, dia bisa nangkap ikan di manapun, karena sistemnya online. Ini sangat membantu," ujarnya.

Yang Pertamina lakukan dengan BPH Migas, lanjut Hanung, adalah menggeser kuota, dari kuota Jakarta, akan digeser di kuota Bali. Kalau sistem ini sudah bekerja, tentunya semua database itu ada dan itu akan mudah di-manage-nya.

(Baca: Nelayan Dapat Jatah BBM Subsidi 25 Ribu Liter/Bulan)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Siap Distribusikan...
Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan dan Petani
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
24 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
59 menit yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
1 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
2 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
2 jam yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved