Aset Perbankan Syariah Ditargetkan Naik 2%
Selasa, 25 November 2014 - 21:19 WIB
Aset Perbankan Syariah Ditargetkan Naik 2%
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan aset perbankan syariah di Indonesia bisa tumbuh 2% per tahun hingga tahun 2020 mendatang.
‎"Sebelumnya kan BI bilang aset perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2020 bisa mencapai 20% dari perbankan nasional. Nah target itu bisa dikejar dengan menambah prosentase aset perbankan syariah sebesar 2% per tahun," kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis I B OJK Lucky Fathul A.H‎ kepada KORAN SINDO saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Menurutnya, upaya ini dilakukan agar perbankan syariah di Indonesia bisa sejajar dengan negara lain seperti Malaysia, Saudi Arabia, Bahrian, dan lainnya.
Dia menuturkan, peningkatan aset sebesar 20% dalam waktu satu dekade perlu kerja keras asalkan ada kerjasama dengan semua pihak yang berkepentingan.
Lucky melanjutkan, untuk meningkatkan aset perbankan syariah, OJK akan terus mendorong peningkatan produk-produk syariah seperti Sukuk, obligasi syariah dan asuransi syariah. "Saat ini, perbankan syariah sedang mengubah strategi pembiayaan," ungkapnya.
Tercatat, pertumbuhan laba industri perbankan syariah pada semester pertama anjlok.
Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat laba bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) setelah taksiran pajak per Juni 2014 Rp1.037 miliar turun 46,02% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski beban industri turun 0,39 % dari Rp9.411 miliar menjadi Rp9.374 miliar. Namun pendapatan yang diraup bank syariah per Juni ini juga turun 8,62% dari Rp11.583 miliar menjadi Rp10.585 miliar.
Sementara per Agustus pembiayaan bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) baru mencapai Rp193.9837 triliun. Jika dibandingkan dengan total kredit perbankan yang tercatat Rp3.522.370 triliun, maka pangsanya baru mencapai sekitar 5,5%.
‎"Sebelumnya kan BI bilang aset perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2020 bisa mencapai 20% dari perbankan nasional. Nah target itu bisa dikejar dengan menambah prosentase aset perbankan syariah sebesar 2% per tahun," kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis I B OJK Lucky Fathul A.H‎ kepada KORAN SINDO saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Menurutnya, upaya ini dilakukan agar perbankan syariah di Indonesia bisa sejajar dengan negara lain seperti Malaysia, Saudi Arabia, Bahrian, dan lainnya.
Dia menuturkan, peningkatan aset sebesar 20% dalam waktu satu dekade perlu kerja keras asalkan ada kerjasama dengan semua pihak yang berkepentingan.
Lucky melanjutkan, untuk meningkatkan aset perbankan syariah, OJK akan terus mendorong peningkatan produk-produk syariah seperti Sukuk, obligasi syariah dan asuransi syariah. "Saat ini, perbankan syariah sedang mengubah strategi pembiayaan," ungkapnya.
Tercatat, pertumbuhan laba industri perbankan syariah pada semester pertama anjlok.
Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat laba bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) setelah taksiran pajak per Juni 2014 Rp1.037 miliar turun 46,02% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski beban industri turun 0,39 % dari Rp9.411 miliar menjadi Rp9.374 miliar. Namun pendapatan yang diraup bank syariah per Juni ini juga turun 8,62% dari Rp11.583 miliar menjadi Rp10.585 miliar.
Sementara per Agustus pembiayaan bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) baru mencapai Rp193.9837 triliun. Jika dibandingkan dengan total kredit perbankan yang tercatat Rp3.522.370 triliun, maka pangsanya baru mencapai sekitar 5,5%.
(gpr)
Lihat Juga :