SDSN Beri Masukan untuk Pembangunan
Rabu, 26 November 2014 - 11:00 WIB
SDSN Beri Masukan untuk Pembangunan
A
A
A
JAKARTA - United Nations Sustainable Development Solution Network (UN-SDSN) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar lokakarya bertema “Priorities and Pathways for Sustainable Energy and Deep Decarbonization in Indonesia” .
“SDSN yang beranggotakan para ahli, praktisi, serta akademisi akan memberikan usulan ke berbagai negara berkembang mengenai program pembangunan berkelanjutan,” kata Cherie Liem dari United in Diversity (UID) sebagai penggagas penyelenggaraan lokakarya ini di Jakarta kemarin.
Salah satu Leader Council SDSN dari Indonesia Mari Elka Pangestu mengatakan, lokakarya yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan lanjutan dari konferensi Tri Hita Karana- Sustainable Development International Conference yang digelar di Bali, Oktober 2013 lalu bersamaan dengan penyelenggaraan APEC Summit Bali . Menurut Mari, Indonesia perlu memanfaatkan keberadaan lembaga ini untuk memperkuat program pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.
“Keberadaan SDSN ini harus bisa dimanfaatkan secara efektif bagi pembangunan masa depan Indonesia,” ucap Mari. Terkait pelaksanaan lokakarya, Mari menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang bisa dicapai. Pertama, memetakan atau mengidentifikasikan program dekarbonisasi di Indonesia. Hal ini untuk mengetahui bagaimana Indonesia bisa menurunkan tingkat karbonisasi dalam kegiatan industri dan perekonomian sehingga sesuai dengan standar PBB.
“Ini penting tidak saja bagi kualitas hidup masyarakat kita, tapi juga memberi arah kebijakan energi Indonesia ke depan,” ujarnya. Kedua, ujar Mari, mengidentifikasi pola kebijakan yang bisa menguntungkan dan mengembangkan teknologi yang cocok untuk kebutuhan Indonesia.
Ketiga, lanjut Mari, mengidentifikasi dan mengembangkan ide-ide konkret untuk SDSN untuk memfasilitasi transisi ke energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Anton c
“SDSN yang beranggotakan para ahli, praktisi, serta akademisi akan memberikan usulan ke berbagai negara berkembang mengenai program pembangunan berkelanjutan,” kata Cherie Liem dari United in Diversity (UID) sebagai penggagas penyelenggaraan lokakarya ini di Jakarta kemarin.
Salah satu Leader Council SDSN dari Indonesia Mari Elka Pangestu mengatakan, lokakarya yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan lanjutan dari konferensi Tri Hita Karana- Sustainable Development International Conference yang digelar di Bali, Oktober 2013 lalu bersamaan dengan penyelenggaraan APEC Summit Bali . Menurut Mari, Indonesia perlu memanfaatkan keberadaan lembaga ini untuk memperkuat program pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.
“Keberadaan SDSN ini harus bisa dimanfaatkan secara efektif bagi pembangunan masa depan Indonesia,” ucap Mari. Terkait pelaksanaan lokakarya, Mari menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang bisa dicapai. Pertama, memetakan atau mengidentifikasikan program dekarbonisasi di Indonesia. Hal ini untuk mengetahui bagaimana Indonesia bisa menurunkan tingkat karbonisasi dalam kegiatan industri dan perekonomian sehingga sesuai dengan standar PBB.
“Ini penting tidak saja bagi kualitas hidup masyarakat kita, tapi juga memberi arah kebijakan energi Indonesia ke depan,” ujarnya. Kedua, ujar Mari, mengidentifikasi pola kebijakan yang bisa menguntungkan dan mengembangkan teknologi yang cocok untuk kebutuhan Indonesia.
Ketiga, lanjut Mari, mengidentifikasi dan mengembangkan ide-ide konkret untuk SDSN untuk memfasilitasi transisi ke energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Anton c
(ars)