Pertumbuhan Ekonomi Lambat Sebabkan NPL Naik

Rabu, 26 November 2014 - 20:54 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Lambat Sebabkan NPL Naik
A A A
JAKARTA - EKonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan, peningkatan Non Performance Loan (NPL) masih cukup kecil karena masih di bawah level 5%. Menurutnya, melambatanya pertumbuhan ekonomi menyebabkan NPL naik.

"Bank akan mengerem pertumbuhan kreditnya kalau suku bunga acuan BI rate naik atau kalau Fasbinya naik," kata Fauzi kepada KORAN SINDO di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Dia kelanjutkan, kenaikan NPL sangat dipicu anjloknya harga komoditas, terutama batu bara. Namun, dia memprediksi pertumbuhan kredit sampai akhir tahun masih sesuai arahan Bank Indonesia. "Masih 15 persen sesuai targetnya BI," tukasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berdampak pada kenaikan kredit bermasalah (NPL).

Meski begitu, angkanya relatif kecil yaitu sekitar 0,1%-0,2%. Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan, kenaikan harga BBM tentu akan berdampak pada kenaikan inflasi, setidaknya selama tiga bulan.

Menurut dia, kenaikan inflasi itu akan berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat.

Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan akan mengalami penurunan permintaan atas barang yang mereka produksi. "Ini tentu akan berdampak pada kelancaran membayar kewajiban pada bank," kata dia belum lama ini.

Seperti diketahui, Juli lalu BI juga sempat mencermati kenaikan NPL di beberapa sektor akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi. BI masih mencermati penyebab pemburukan kualitas aset perbankan pada Juli.

Seperti diketahui, per Juli 2014, NPL di empat sektor mengalami kenaikan. NPL sektor konstruksi tercatat naik dari 4,24% pada Juni menjadi 4,43%.

Selain itu, NPL sektor pertambangan juga naik menjadi 3,09% dibandingkan bulan sebelumnya 2,49%. Adapun sektor perdagangan mencatat NPL 3,06% dari 2,92% dan jasa sosial naik menjadi 2,96% dari 2,48% pada bulan sebelumnya.

BI memperkirakan, rasio kredit bermasalah (NPL) bank akan membaik di semester kedua karena kondisi likuiditas yang diperkirakan akan kembali longgar pada semester kedua dipercaya akan membantu bank memperbaiki kualitas asetnya.

Secara industri NPL per Juli masih 2,24%. Namun pada Agustus, industri perbankan nasional kembali mencatat kenaikan NPL menjadi 2,31%.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved