Pengembangan Energi Alternatif Dikedepankan

Kamis, 27 November 2014 - 12:52 WIB
Pengembangan Energi...
Pengembangan Energi Alternatif Dikedepankan
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengisyaratkan, kebijakan energi ke depan akan lebih mengedepankan optimalisasi energi alternatif.

Langkah ini untuk menjamin terjaganya keberlanjutan energi, lingkungan, dan anggaran. “Tidak hanya akan berdampak positif terhadap lingkungan karena zero emission , energi alternatif juga akan mengurangi beban fiskal,” kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro saat berbicara di depan peserta acara “Partnership for Solution Regional Workshop: Priorities and Pathway for Sustainable Energy and Deep Decarbonization in Indonesia” di Jakarta kemarin.

Menurut Bambang, tantangan ke depan antara lain adalah menjaga fiskal yang berkelanjutan untuk mencapai target pembangunan ekonomi seperti pengentasan kemiskinan. Salah satu caranya adalah mengurangi beban subsidi untuk energi dengan menggunakan sumber alternatif, seperti gas alam. “Harga gas alam lebih murah, tidak perlu subsidi seperti premium sehingga tidak memberatkan fiskal,” katanya.

Di samping gas alam, pemerintah juga akan mendorong sumber energi alternatif lainnya seperti biodiesel. Saat ini penggunaan bahan bakar nabati (BBN) dalam bentuk biodiesel dari minyak sawit baru 10%. “Produsen CPO sebetulnya menginginkan penggunaan biofuel dalam biodiesel bisa mencapai 20% sehingga pasar mereka bisa lebih besar,” tutur Bambang.

Leader Council SDSN Mari Elka Pangestu mengatakan, melalui kegiatan Partnership for Solution Regional Workshop ini diharapkan, ada komitmen dari berbagai pihak. Pernyataan menteri keuangan, menurut Mari, adalah hal yang bagus untuk mendorong penggunaan energi alternatif.

“Saran menteri keuangan sangat bagus untuk mulai melakukan konversi bahan bakar ke CNG atau biodiesel, yang dimulai dari transportasi publik di kota-kota besar Indonesia dan berusaha mencari pengalaman dari negara-negara yang ahli telah melakukan hal itu,” kata Mari.

Dia berharap, selain Jakarta, kota-kota besar lainnya di Indonesia bisa mulai menerapkan pola pembangunan yang berkelanjutan untuk transportasi massal dengan mengalihkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke CNG atau biodiesel. President of Indonesian Counterpart for Energy and Environmental Studies (ICESS) Herman Darnel Ibrahim mengatakan, Indonesia memang membutuhkan optimalisasi penggunaan energi alternatif dengan mempertimbangkan biaya teknis yang murah seperti penggunaan gas.

Dalam memilih energi alternatif, harus berdasarkan biaya teknis yang lebih rendah dalam mengolah sumber energi menjadi energi yang bisa digunakan. “Gas salah satu pilihan karena Indonesia mempunyai cadangan yang besar,” ucapnya.

Anton c
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
1 jam yang lalu
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
1 jam yang lalu
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
2 jam yang lalu
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
2 jam yang lalu
Infografis
Energi 25 Miliar Bom...
Energi 25 Miliar Bom Atom Terperangkap di Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved