BPS Ubah Acuan PDB 2000 Menjadi 2010

Kamis, 27 November 2014 - 15:41 WIB
BPS Ubah Acuan PDB 2000...
BPS Ubah Acuan PDB 2000 Menjadi 2010
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini memperkenalkan tentang Perubahan Tahun Dasar Produk Domestik Bruto (PDB) Berbasis SNA 2008.

Pasalnya, PDB yang digunakan oleh BPS masih merupakan PDB tahun dasar 2000 dan akan dirubah ke PDB tahun dasar 2010.

Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suharianto mengatakan, selama 14 tahun, sejak 2000 telah terjadi perubahan dalam perekonomian Indonesia. Sehingga memerlukan perubahan dalam PDB.

"Sekarang sudah 2014, selama 14 tahun ini sudah banyak perubahan. Perubahan paling mencolok di ekonomi kita adalah harga, nilai tukar bahkan alat komunikasi," ujarnya di gedung BPS, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Perubahan tersebut perlu dipikirkan, sehingga perlu merubah tahun dasar PDB dari 2000 ke 2010, maka akan lebih merefleksikan ekonomi Indonesia saat ini.

Meskipun baru perkenalan, namun Suharianto mengatakan, rilis resminya akan dilakukan tahun depan tepatnya 5 Februari 2015.

"Ini kan pengenalan. Nanti ketika tanggal 5 Februari akan diperlihatkan secara resminya. Maksud kita melakukan perkenalannya agar teman-teman (wartawan) tidak kaget akan data yang ditambahkan," terang dia.

Dalam rilis resminya tersebut, akan ada data lama dan baru. Setelah itu, BPS meninggalkan tahun dasar 2000, dan berkonsep pada yang 2010 setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi.

"Sosialisasi konsep ini sudah kami lakukan dengan BI, Bappenas, Kemenkeu dan Kemenko. Kemarin duduk bareng dengan pengamat ekonomi dan orang-orang yang berkecimpung dalam ekonomi. Dan saat ini dengan wartawan. Agar semua tidak kaget ketika rilis nanti," pungkas Suharianto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved