Harga Minyak Dekati USD70/Barel

Sabtu, 29 November 2014 - 14:14 WIB
Harga Minyak Dekati...
Harga Minyak Dekati USD70/Barel
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia terus merosot setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memastikan tidak akan mengurangi produksinya. Harga minyak kemarin turun ke level terendah selama empat tahun terakhir.

Harga minyak patokan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari kini dijual di harga USD68,08 per barel. Sementara harga minyak Brent untuk periode pengiriman yang sama kini hanya di level USD71,27 per barel. Terlepas dari penurunan harga yang telah mencapai35% sejak Juni lalu, kartel 12 negara pengekspor minyak tetap tidak akan mengubah target produksinya sebesar 30 juta barel per hari.

“Keputusan OPEC untuk mempertahankan output -nya adalah alasan utama merosotnya harga minyak saat ini,” ujar Daniel Ang, analisinvestasidiPhillipFutures, Singapura. “Harga minyak kelihatannya akan terus turun hingga akhir tahun ini,” ujarnya seperti dikutip AFP, kemarin. Ang memprediksi, harga WTI di pengujung tahun 2014 akan berada di level USD60 dan Brent di sekitar USD65 per barel.

OPEC mengadakan pertemuanpada Kamis(27/11) setelah sebagian anggotanya antara lain Venezuela dan Ekuador mengusulkan pemangkasan produksi. Turunnya harga telah menggerus pendapatan dari negara-negara anggota OPEC yang lebih miskin sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada perekonomian mereka.

Namun, negara-negara anggota OPEC kaya lainnya, terutama Arab Saudi, menolak usulan itu. Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa negara itu akan terus mendesak OPEC untuk memangkas produksinya. “Kami belum berhasil, tapi kami akan terus mencoba hingga harga minyak kembali ke levelyangseharusnya, yaknisekitar USD100 per barel,” katanya.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Jakarta kemarin mengatakan bahwa pemerintah terus mencermati perkembangan harga minyak dunia. Hal ituberkaitandenganhargabahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. “Prinsipnya, harga BBM subsidi tidak boleh melewati harga keekonomian,” ujarnya. Namun, imbuh dia, terlepas dari terusturunnya hargaminyak dunia, sejumlah ekonom meminta agar pemerintah tidak menurunkan harga BBM subsidi.

Nanang wijayanto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved