DPR: Rencana Impor Hambat Swasembada Sapi

Minggu, 30 November 2014 - 14:58 WIB
DPR: Rencana Impor Hambat...
DPR: Rencana Impor Hambat Swasembada Sapi
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah yang akan meningkatkan angka importasi sapi dari Australia dipastikan akan mengancam peternak lokal dan program swasembada sapi.

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar, ada baiknya pemerintah serius menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan selama ini, dengan mengurangi impor dan meningkatkan produksi sapi lokal.

"Pemerintah ada baiknya melakukan proses pelaksanaan evaluasi program swasembada daging sapi (PSDS) secara serius, sehingga bisa dipetakan potensi dan solusi yang perlu dilakukan dalam pengembangan swasembada daging sapi," kata dia dalam rilisnya Minggu (30/11/2014).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap dapat menerbitkan izin untuk mengimpor 264 ribu ekor sapi pada kuartal IV tahun ini. Itu merupakan peningkatan signifikan dari perkiraan awal sekitar 136 ribu ekor.

Perencanaan indikatif impor sapi 2014 mencapai 700 ribu ekor. Pada kuartal I/2014, Kemendag sudah menerbitkan surat persetujuan impor sebanyak 130.245 sapi bakalan untuk 35 importir dan 26.360 sapi siap potong kepada 16 importir.

"Impor sapi bakalan diprediksi dapat menguras devisa negara hingga Rp4,8 triliun–Rp5 triliun. Dana sebesar itu jika dialihkan untuk pengembangan sapi lokal tentu akan sangat bermanfaat dalam mendorong roda ekonomi dan konsumsi daging nasional," tukas Rofi.

Dia menambahkan, swasembada daging adalah program pemerintah sebagai regulator menyediakan 90% dari total kebutuhan daging sapi lokal di dalam negeri, sedangkan 10% sisanya berasal dari pasokan luar negeri berupa impor sapi bakalan dan impor daging.

Namun ironisnya, proporsi importasi jika dilihat komposisi terbesar maka Australia menjadi negara pemasok utama daging atau sapi bakalan bagi Indonesia, dampaknya banyak industri ternak sapi di negeri kangguru tersebut tumbuh dan berkembang hanya dengan melakukan importasi ke Indonesia.

Menurut dia, pemerintah harus menciptakan kebijakan tata niaga dan tata kelola daging sapi yang kondusif bagi peternak lokal, agar keseimbangan permintaan dan persedian bisa terjadi.

"Peternak Australia bisa sejahtera dengan melakukan importasi ke Indonesia, sedangkan peternak lokal terpinggirkan karena harganya tidak kompetitif berasing," tukasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved