BBM Naik, BPS Catat Inflasi November Meroket 1,50%
Senin, 01 Desember 2014 - 12:12 WIB
BBM Naik, BPS Catat Inflasi November Meroket 1,50%
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada November 2014 naik tajam hingga 1,50%, dari bulan sebelumnya sebesar 0,47%.
"Inflasi tahun kalender kita mencapai 5,75%. Kemudian inflasi dari tahun ke tahun (YoY) mencapai 6,23%, inflas komponen inti sebesar 0,50% dan Inflasi inti dari tahun ke tahun mencapai 4,21%," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (1/12/2014).
Suryamin menjelaskan, inflasi Oktober mengalami kenaikan beberapa persen karena ada pengaruh timing menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Dampaknya seperti ini, November belum terkena dampak karena naiknya harga BBM pada 18 November, hanya 12 hari terakhir harga baru. Ada pengaruh tapi hanya 12 hari, kita lihat Desember nanti untuk sepenuhnya," kata dia.
Sementara, untuk kelompok bahan makanan tinggi inflasinya 2,15%, untuk tahun kalender 7,12%, dan dari tahun ke tahun sebesar 7,97%.
"Walaupun inflasi 1,5%, komoditas bahan makanan harus hati-hati. Makanan dikonsumsi semua penduduk kelas menengah ke bawah bisa berdampak ke kemiskinan," jelasnya.
Suryamin menjelaskan, inflasi air, listrik, gas sebesar 0,49%, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mencapai 4,29%.
"Ini dipengaruhi naiknya harga bahan bakar minyak seperti solar dan premium," kata dia.
Pihaknya menuturkan, dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), inflasi yang tertinggi berada di kota Padang sebesar 3,44% dan terendah di Manokwari sebesar 0,07%.
"Inflasi tahun kalender kita mencapai 5,75%. Kemudian inflasi dari tahun ke tahun (YoY) mencapai 6,23%, inflas komponen inti sebesar 0,50% dan Inflasi inti dari tahun ke tahun mencapai 4,21%," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (1/12/2014).
Suryamin menjelaskan, inflasi Oktober mengalami kenaikan beberapa persen karena ada pengaruh timing menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Dampaknya seperti ini, November belum terkena dampak karena naiknya harga BBM pada 18 November, hanya 12 hari terakhir harga baru. Ada pengaruh tapi hanya 12 hari, kita lihat Desember nanti untuk sepenuhnya," kata dia.
Sementara, untuk kelompok bahan makanan tinggi inflasinya 2,15%, untuk tahun kalender 7,12%, dan dari tahun ke tahun sebesar 7,97%.
"Walaupun inflasi 1,5%, komoditas bahan makanan harus hati-hati. Makanan dikonsumsi semua penduduk kelas menengah ke bawah bisa berdampak ke kemiskinan," jelasnya.
Suryamin menjelaskan, inflasi air, listrik, gas sebesar 0,49%, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mencapai 4,29%.
"Ini dipengaruhi naiknya harga bahan bakar minyak seperti solar dan premium," kata dia.
Pihaknya menuturkan, dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), inflasi yang tertinggi berada di kota Padang sebesar 3,44% dan terendah di Manokwari sebesar 0,07%.
(izz)
Lihat Juga :