Proyek Tol Sumatera Libatkan Investor

Senin, 01 Desember 2014 - 12:48 WIB
Proyek Tol Sumatera...
Proyek Tol Sumatera Libatkan Investor
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) menyatakan, proyek Tol Trans Sumatera akan melibatkan investor.

Salah satu yang santer dilibatkan ialah PT Jasa Marga dalam rangka menyambung ruas-ruas yang menghubungkan proyek jalan tol dari Medan (Sumatera Barat) hingga Lampung. Padahal, BUMN milik pemerintah, PT Hutama Karya (HK)sebelumnya telah mendapatkan penugasan untuk membangun sejumlah ruas Tol Sumatera yang diatur dalam peraturan presiden tentang penunjukan langsung untuk membangun empat ruas Tol Sumatera.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono mengatakan, kemampuan pendanaan HK tidak mampu membiayai keseluruhan ruas tol trans Sumatera sehingga diperlukan sinergi melalui investor maupun mitra strategis (Jasa Marga). Karena itu, kata dia, perpres tetap berlaku, namun karena keterbatasan anggaran maka diperlukan investor.

”HK ditugaskan melalui perpres itu hanya beberapa ruas. Tidak semua ditugaskan untuk menghubungkan jalan tol dari Medan hingga Lampung. Kalau berdasarkan perpres penugasan HK itu meliputi ruas Medan-Binjai, TebingTinggi danPalembang- Indralaya-Betung. Padahal Pak Presiden mintanya dari Bakauheni sampai Palembang,” ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, investor akan masuk bersama BUMN HK untuk membangun ruas-ruas yang terdiri dari ruas Bakauheni hingga Palembang dengan panjang mencapai 550 km. Dia menjelaskan, berdasarkan perpres, HK diharuskan membentuk anak usaha baru dan menggaet investor, baik dari BUMN maupun swasta.

”HK dalam perpresnya itu harus membentuk usaha baru. Tapi dominan sahamnya harus dimiliki HK. Sementara untuk pembebasan lahannya akan ditanggung pemerintah melalui APBN. Mengenai biayanya, dengan panjang 500 km kira-kira butuh Rp50 triliun. Perintahnya berjalan di 2015,” ucapnya.

Di sisi lain, untuk menjamin kepastian proyek, pemerintah daerah bersama bersama stake holder terkait diminta memberikan sumbangsih demi keberlangsungan proyek yang diperkuat melalui service level agreement (SLA). Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPERA, Achmad Ghany Gazaly mengatakan, SLA tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen semua pihak agar proyek bisa berjalan.

”Jadi kepastiannya juga ada. Sebab ini adalah proyek pemerintah yang kebetulan BUMN yang ditunjuk ialah BUMN yang 100% dimiliki pemerintah,” pungkasnya. Sebagai informasi, berdasarkan kebutuhan tol di Indonesia yang disusun Kementerian PUPERA, untuk Pulau Sumatera mencapai 2.865 kilometer (km) dengan jumlah yang telah beroperasi baru sepanjang 43 km.

Ichsan amin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved