Akselerasi Kredit Perbankan di Kepri Melambat

Rabu, 03 Desember 2014 - 06:07 WIB
Akselerasi Kredit Perbankan...
Akselerasi Kredit Perbankan di Kepri Melambat
A A A
BATAM - Bank Indonesia Kepri menyebutkan kinerja perbankan di Kepri pada triwulan III/2014 melambat, tetapi dengan resiko pembiayaan yang tetap terkendali dan kualitas kredit yang meningkat. Pelambatan itu termasuk dari penurunan aset, kredit dan dana pihak ketiga (DPK).

Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan kegiatan intermediasi (LDR) sedikit meningkat pada triwulan III/2014 menjadi sebesar 74,2% dari triwulan sebelumnya 72,2%.

Data BI menunjukkan kredit konsumsi dan modal melambat, tetapi kredit investasi justru terkaselerasi. Perlambatan pertumbuhan kredit bank umum dipengaruhi oleh kredit modal kerja dan konsumsi yang tumbuh melambat sebesar 3,2% (yoy) dan 14,4% (yoy). Sedangkan kredit investasi mengalami pertumbuhan sebesar 21,0% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 18,0% (yoy) akibat peningkatan impor barang modal.

Sementara penghimpunan dan deposito juga mengalami pelambatan yang juga menekan pertumbuhan DPK. Di sisi lain, resiko kredit perbankan masih terjada dengan baik. Rasio nonperforming loan (NPL) bank umum masih berada pada level aman.

"Perbankan mengalami penurunan kinerja, masih dalam tren melambat. Tapi NPL masih aman," ujarnya, Selasa (2/12/2014).

Adapun total aset Perbankan di Kepri tercatat sebesar Rp46,4 triliun atau tumbuh 11,5% (yoy), lebih lambat dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 20,3% (yoy).

Sementara total DPK tercatat sebesar Rp40,0 triliun atau tumbuh 12,5% (yoy) lebih rendah dibanding pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 23,3% (yoy).

Sedangkan total kredit sebesar Rp29,7 triliun tumbuh 12,1% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 17,0% (yoy).

Meski terjadi pelambatan kredit yang hanya tumbuh 12%, Gusti menuturkan kinerja itu mjasih di bawah target BI Kepri yang mengharuskan pembiayaan tumbuh antara 12% hingga 18%.

"Tren perlambatan kredit masih terjadi di tahun 2014 yang telah dimulai dari awal
tahun ini sejalan dengan target Bank Indonesia untuk mengarahkan pertumbuhan kredit di rentang 15-17%," ujarnya.

Menurut Gusti, melambatnya pertumbuhan pembiayaan tersebut akibat menurunnya kinerja sektor industri pengolahan yang memiliki pangsa pasar kredit modal kerja hingga 34%..

Perlambatan pada penyaluran pada sektor ini karena sebagian besar sumber pendanaan perusahaan berasal dari cash flow sendiri maupun perusahaan induk. Kecenderungan perusahaan untuk memilih pembiayaan dari internal perusahaan atau dari perusahaan induk diantaranya dipengaruhi meningkatnya rata-rata suku bunga tertimbang kredit modal kerja yang mengalami peningkatan pada triwulan laporan.

Suku bunga tertimbang kredit modal kerja pada triwulan III sebesar 9,2% atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 8,9%.

Sedangkan kredit konsumsi yang melambat akibat perlambatan pada kredit konsumsi didorong oleh pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB) yang sejak tahun 2011 mulai mengalami trend perlambatan pertumbuhan. Pada triwulan III KKB mengalami kontraksi sebesar negatif 10,3% (yoy) atau turun lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar
negatif 6,8% (yoy).

"Hal ini diindikasikan akibat dari mulai melambatnya bisnis jual-beli mobil bekas dari Singapura karena adanya pendaftaran ulang bagi pemilik mobil bekas dari Singapura mulai 2010. Selain itu penetapan LTV yang pada tahun 2012 turut berdampak pada perlambatan KBB," ujar Gusti.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved