Dana Pensiun Targetkan Dana Kelolaan Rp180 Triliun

Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:48 WIB
Dana Pensiun Targetkan...
Dana Pensiun Targetkan Dana Kelolaan Rp180 Triliun
A A A
JAKARTA - Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) optimistis nilai dana kelolaan anggotanya dapat mencapai Rp180 triliun hingga akhir tahun. Tahun depan diperkirakan dana yang terkumpul tumbuh sebesar 8%.

Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Gatut Subadio mengatakan hingga saat ini dana kelolaan industri sudah mencapai Rp175 Triliun. Hal ini membuat pihaknya yakin nilai tersebut masih dapat bertambah hingga akhir tahun ini. “Dana kelolaan Dapen (Dana Pensiun) saat ini sudah mencapai Rp175 triliun. Dan masih akan bertambah sepanjang kondisi ekonomi masih kondusif hingga akhir tahun,” ujar Gatut saat dihubungi kemarin.

Dia mengatakan, industri Dapen tetap bisa bertumbuh secara dana kelolaan paling tidak sebesar 8%. Bahkan menurutnya anggotanya dapat mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang naik menjadi 7,75%. Kenaikan tersebut tidak berdampak sebesar yang sebelumnya, saat BI Rate mencapai 7,5%.

“Untuk jangka pendek, kami siap menerima dampaknya. Namun, kami yakin dalam jangka panjang ini akan positif bagi perekonomian nasional dan industri Dapen. Kami fokus mencari instrumen dengan return jangka panjang di atas inflasi,” ujarnya.

Namun, Gatut mengingatkan adanya kekhawatiran rencana BPJS Ketenagakerjaan yang akan menggarap Dana Pensiun bagi pekerja di Indonesia tahun depan. Sehingga, dampaknya bisa memengaruhi pendapatan industri Dapen.” Pertumbuhan Dapen sepanjang masih bisa melanjutkan kegiatannya walaupun BPJS Ketenagakerjaan nanti efektif. Karena, iuran masih diterima Dapen,” terangnya.

Dia berharap, Dapen perlu diberi kesempatan melakukan assesment secara wajar baik oleh JK maupun pemberi kerja. Mengingat, tantangan kekuatan Dapen untuk memenuhi kewajiban finansial sebagai Dana Pensiun pemberi kerja atau Dana Pensiun lembaga keuangan (dppk/dplk).

“Kalau sekiranya berat, Dapen dapat bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan nantinya,” ujarnya. Gatut juga menyampaikan, sebagai investor, Dana Pensiun tetap berpegang pada prinsip risk and return.

Hafid fuad
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved