JK: PLTU Batang Akan Diselesaikan dengan UU

Jum'at, 05 Desember 2014 - 10:36 WIB
JK: PLTU Batang Akan...
JK: PLTU Batang Akan Diselesaikan dengan UU
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pro-kontra rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Batang dapat diselesaikan berdasar UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap listrik tidak tergantikan. "Mau apa saja diperlukan listrik, maka listrik kebutuhan pokok siapa saja, golongan apa saja. Per 1 Januari 2015, akan dimulai menggunakan UU itu," ujarnya saat melakukan kunjungan di lokasi rencana pembangunan PLTU di Kabupaten Batang, Kamis (4/12/2014).

Dia memperkirakan, kebutuhan listrik nasional akan terus bertambah sekitar 15% per tahun. Sehingga perlu dilakukan pembangunan pembangkit listrik yang baru, seperti PLTU Kabupaten Batang.

"Kalau tidak ada tambahan tenaga pembangkit, saya perkirakan pada 2018 akan terjadi krisis listrik dan pemadaman bergilir di Jawa," imbuhnya.

Menurutnya, pemenuhan listrik juga akan berdampak positif bagi dunia industri. Sebab, akan banyak investor yang datang ke Jawa Tengah untuk mendirikan perusahaan-perusahaan.

"Tentu hal itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di Jawa Tengah," kata dia.

Kendati demikian, JK meminta biaya pembebasan lahan bisa lebih tinggi ketimbang harga mulanya.

"Jadi, bukan ganti rugi tapi ganti untung. Misalnya harganya Rp1.000 diganti menjadi Rp2.000. Sehingga masyarakat tidak rugi, atau bahkan bisa membeli lahan yang besarnya dua kali lipat di lokasi lain," terangnya.

Selain itu, Wapres juga berharap, PLTU Kabupaten Batang bisa memberikan jaminan pekerjaan terhadap masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

"Perusahaan ini harus menjamin, dan memprioritaskan masyarakat yang kehilangan pekerjaannya," tutur JK.

Sementara, Bupati Batang Yoyok Riyo sudibyo berjanji akan mempercepat pembangunan PLTU tersebut. Sebab, proyek ini dapat mendorong perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

"Kami berharap pembangunan PLTU ini dapat segera dilaksanakan dan berkontribusi langsung bagi ekonomi Batang," katanya.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan melakukan pemahaman mengenai proses pembebasan lahan bekerjasama dengan PLN dan BPN.

"Kami akan berusaha memastikan bahwa pemilik lahan akan menjadi pihak yang sangat diuntungkan," ucap Yoyok.

Diketahui, berdasarkan data PT PLN, terdapat 108 warga pemilik 29,38 hektare lahan yang belum selesai dibebaskan yang berada di Desa Ujungnegoro, Karanggeneng dan Ponowareng.

Luas sisa lahan itu hanya 13%, dari total lahan yang diperlukan untuk membangun PLTU Batang seluas 226 hektare.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved