Warga Terancam Dapat Harga Tanah Lebih Rendah

Senin, 08 Desember 2014 - 05:57 WIB
Warga Terancam Dapat...
Warga Terancam Dapat Harga Tanah Lebih Rendah
A A A
SEMARANG - Warga Kabupaten Batang yang belum merelakan tanahnya untuk pembangunan PLTU Batang terancam mendapatkan harga lebih rendah, apabila sampai akhir Desember belum melapaskan tanah mereka.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Supriyono mengatakan, hal itu dikarenakan dalam
rangka mempercepat pembangunan PLTU Batang Pemerintah merapkan UU Nomer 2 Tahun 2012 tentang prosedur pengadaan tahan untuk kepentingan umum.

“Sesuai dengan UU itu pemerintah yang akan membebaskan tanah, dan PLN yang akan membayar ganti untungnya,” kata Supriyono, Minggu (7/12/2014).

Dia menegaskan, dengan aturan tersebut masyarkat yang belum merelakan tanahnya atau masih menolak pembangunan PLTU Batang, terancam
mendapatkan harga beli lebih rendah.

“Kalau sampai Desember, maka yang dibayarkan kepada pemilik tanah adalah sesuai dengan hitungan apprasial, dan yang pasti harganya lebih rendah dari yang ditawarkan,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah Kabupaten Batang sudah melakukan pra sosialisasi terkait dengan aturan tersebut. “Sampai sekarang pun masih pro dan kontra,” ucapnya.

Berlarut-larutnya pembangunan PLTU Batang, diprediksi bakal membuat pasokan listrik di sistem Jawa-Bali tidak seimbang dengan tingkat
kebutuhan. Pasalnya, kebutuhan listrik setiap tahun terus mengalami peningkatan sebesar 10%, atau di luar ekspektasi pemerintah 5-6%.

“Kalau Batang gagal dibangun pada tahun 2017 mendatang Jateng bisa krisis listrik dan akan diberlakukan nyala bergilir,” katanya.

Dijelaskan Supriyono, pembangkit-pembangkit yang ada saat ini hanya bisa memasok listrik 26.000 MW saja untuk Jawa-Bali. Padahal kebutuhan listrik terus meningkat, sehingga dibutuhkan pembangkit-pembangkit baru dengan kapasitas besar.

Ditambahkannya, beban puncak listrik di wilayah Jateng dan DIY mencapai 3.400 MW. Jumlah tersebut akan meningkat lagi seiring masuknya 14 industri besar yang tengah mengajukan pemasangan listrik.

”PLTU Batang menjadi salah satu andalan untuk menyuplai pasokan listrik Jawa-Bali, dengan kapasitas 2x1.000 MW. Jika segera terealisasi, pembangkit tersebut setidaknya akan mengamankan pasokan listrik,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meninjau bakal lokasi pembangunann PLTU Batang, beberapa waktu lalu menyatakan, pemerintah
terpaksa harus menerapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, jika warga
tetap menolak diberikan ganti untung.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapasitas PLTA Malea...
Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
Pakai Sistem Water Waste,...
Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Resmikan Pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea
Akademisi Dukung PLTA...
Akademisi Dukung PLTA Batang Toru di Tapsel Segera Beroperasi
Resmikan PLTA Poso dan...
Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea, Jokowi Merasa Sangat Senang
Presiden Jokowi Datang...
Presiden Jokowi Datang Langsung Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
31 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
53 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
Penyintas Bom Atom Tangisi...
Penyintas Bom Atom Tangisi Nobel, Anggap Warga Gaza Lebih Layak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved