Apexindo Kantongi Kontrak USD614,2 Juta
Kamis, 11 Desember 2014 - 10:13 WIB
Apexindo Kantongi Kontrak USD614,2 Juta
A
A
A
JAKARTA - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak senilai USD614,2 juta selama tiga tahun ke depan.
Raihan kontrak tersebut meningkatkan pendapatan perseroan pada tahun depan. “Total kontrak ada yang selesai di 2015, ada yang di 2016 dan ada yang di 2017. Total kontrak itu mencapai USD614,2 juta,” ujar Vice President Director APEX Erwin Sutan saat paparan publik perseroan di Gedung Bursa Efek Jakarta kemarin.
Erwin menambahkan, perseroan tidak menerbitkan surat utang dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, mengingat tingginya tingkat suku bunga. “Untuk itu, perseroan mencari pendanaan dari opsi lain, agar bisa mencukupi kebutuhan ekspansi perseroan,” katanya. Rencana penerbitan global bonds , lanjutnya, perseroan memiliki tingkat suku bunga maksimal sebesar 10%.
“Global bonds kami batal, akhirnya cari pendanaan lewat lembaga pembiayaan asal China dengan tingkat suku bunga yang kompetitif,” katanya. Erwin melanjutkan, perseroan mendapatkan pembiayaan untuk melakukan pembelian satu unit offshore rig dari lembaga pembiayaan asal China, Ocean Tune, yang nilainya sebesar USD175 juta.
Sementara, suku bunga pembiayaan yang perseroan dapatkan sebesar libor+5,75%. Dia menambahkan, dana pembelian offshore rig ini, perseroan mendapatkan kontrak migas dari perusahaan minyak asal Malaysia yaitu Petronas Carigali Sdn Bhd. “Kami dapatkan kontrak sebesar USD52 juta. Kami dapatkan kontraknya selama 2 tahun ke depan dan dapat diperpanjang setiap tahunnya, hingga empat tahun,” paparnya.
Selain itu, perseroan akan menerbitkan global bonds sebesar USD200 juta melalui anak usahanya (entitas anak) yaitu, Ocean Peak Holding B.V untuk pembelian offshore rig senilai USD250 juta. Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma menambahkan, perseroan menargetkan pendapatan mencapai USD290 juta hingga akhir 2015 atau tumbuh 28,8% dibandingkan dengan prediksi pendapatan pada akhir tahun 2014 sebesar USD225 juta.
“Kami berharap, adanya penambahan offshore rig dapat menggenjot kinerja keuangan perseroan pada tahun depan,” tambahnya. Dia melanjutkan, pendapatan terbesar dikontribusi oleh kontrak proyek offshore yang mencapai 80% dari total pendapatan pada tahun 2015.
“Perseroan memprediksikan akan mendapatkan laba bersih yang mencapai angka cukup baik sebesar yaitu USD30 juta,” katanya.
Arsy ani s
Raihan kontrak tersebut meningkatkan pendapatan perseroan pada tahun depan. “Total kontrak ada yang selesai di 2015, ada yang di 2016 dan ada yang di 2017. Total kontrak itu mencapai USD614,2 juta,” ujar Vice President Director APEX Erwin Sutan saat paparan publik perseroan di Gedung Bursa Efek Jakarta kemarin.
Erwin menambahkan, perseroan tidak menerbitkan surat utang dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, mengingat tingginya tingkat suku bunga. “Untuk itu, perseroan mencari pendanaan dari opsi lain, agar bisa mencukupi kebutuhan ekspansi perseroan,” katanya. Rencana penerbitan global bonds , lanjutnya, perseroan memiliki tingkat suku bunga maksimal sebesar 10%.
“Global bonds kami batal, akhirnya cari pendanaan lewat lembaga pembiayaan asal China dengan tingkat suku bunga yang kompetitif,” katanya. Erwin melanjutkan, perseroan mendapatkan pembiayaan untuk melakukan pembelian satu unit offshore rig dari lembaga pembiayaan asal China, Ocean Tune, yang nilainya sebesar USD175 juta.
Sementara, suku bunga pembiayaan yang perseroan dapatkan sebesar libor+5,75%. Dia menambahkan, dana pembelian offshore rig ini, perseroan mendapatkan kontrak migas dari perusahaan minyak asal Malaysia yaitu Petronas Carigali Sdn Bhd. “Kami dapatkan kontrak sebesar USD52 juta. Kami dapatkan kontraknya selama 2 tahun ke depan dan dapat diperpanjang setiap tahunnya, hingga empat tahun,” paparnya.
Selain itu, perseroan akan menerbitkan global bonds sebesar USD200 juta melalui anak usahanya (entitas anak) yaitu, Ocean Peak Holding B.V untuk pembelian offshore rig senilai USD250 juta. Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma menambahkan, perseroan menargetkan pendapatan mencapai USD290 juta hingga akhir 2015 atau tumbuh 28,8% dibandingkan dengan prediksi pendapatan pada akhir tahun 2014 sebesar USD225 juta.
“Kami berharap, adanya penambahan offshore rig dapat menggenjot kinerja keuangan perseroan pada tahun depan,” tambahnya. Dia melanjutkan, pendapatan terbesar dikontribusi oleh kontrak proyek offshore yang mencapai 80% dari total pendapatan pada tahun 2015.
“Perseroan memprediksikan akan mendapatkan laba bersih yang mencapai angka cukup baik sebesar yaitu USD30 juta,” katanya.
Arsy ani s
(ars)