IIE Investasi Gedung Pameran Terbesar di ASEAN Rp3,8 T
Kamis, 11 Desember 2014 - 22:33 WIB
IIE Investasi Gedung Pameran Terbesar di ASEAN Rp3,8 T
A
A
A
PT Indonesia Internasional Expo (IIE) akan membangun gedung konvensi dan eksebisi, Indonesia Convention Exhibition (ICE) terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan investasi Rp3,8 triliun.
Saat ini pembangunan sudah mencapai 80% dan memasuki tahapan topping off dengan target operasi pada awal 2015.
Presiden Direktur PT IIE, Danny Budiharto mengatakan, gedung konvensi sekaligus gedung pameran tersebut diharapkan mampu mengakomodasi perhelatan besar di dalam negeri.
"Kami harap, gedung ini bisa mengakomodasi event-event besar. Apalagi mengingat pertumbuhan bisnis Indonesia sangat menggairahkan di berbagai sektor, seperti manufaktur, automotif hingga olahraga maupun ajang lain yang bersifat konvensi," ujarnya, usai meresmikan topping off Gedung Indonesia Convention Exhibition di Kawasan BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/12/2014).
Dia mengatakan, gedung ICE merangkul pengelola dari Deutshe Messe AG, Jerman, pemilik Hannover Messe dan merupakan pemegang saham dan operator Shanghai New International Expo Center (SNIEC) di China.
"Kami merangkul operator berpengalaman dari Jerman sebagai bukti bahwa venue di Indonesia bisa bersaing dengan venue-venue di negara ASEAN, sehingga layak diperhitungkan sebagai pusat pertumbuhan bisnis dunia," terangnya.
ICE dibangun di atas lahan 22 hektare atau dua kali lebih besar dari gedung Jakarta International Expo Kemayoran dengan luas bangunan 200 ribu meter persegi.
Gedung ini dilengkapi fasilitas dan sarana maupun prasarana melengkapi 10 exhebition hall seluas masing-masing 50.000 meter per segi (m2).
"Selain itu, masih ada area pameran luar ruang seluas 50 ribu meter per segi, fasilitas konvensi dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas 10 ribu orang. Di samping itu juga tersedia, in-house food production, F and B outlet, fasilitas parkir untuk 3.000 kendaraan, serta 300 kamar hotel berbintang empat," ucapnya.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Deutsche Messe Operation Venue, Mark Schloesser, mengatakan, Indonesia akan menjadi pusat konvensi dan eksebisi terbesar di Asia Tenggara jika mengoptimalkan dan mengembangkan industri Meeting, Incentives, Conferences and Events (MiCE).
"Dengan 247 juta penduduk, Indonesia memiliki populasi keempat terbesar di dunia dan merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," ujarnya.
"Tujuan kami selaku operator ICE menawarkan prasyarat ideal dalam rangka memperluas bisnis trades show Deutsche Messe dengan jaringan di 15 kantor Asia, serta anak usaha di negara-negara seperti China, India dan Jepang," terang Daniel.
Pada akhir Januari 2015, ICE akan beroperasi pertama kali dengan menggelar konser Michael Buble tepatnya pada 29 Januari 2015.
Manfaatkan Akses Tol
Daniel menambahkan, sebagai perusahaan kerja sama antara PT Medialand Internasional dan Sinar Mas Land, pihaknya akan memanfaatkan akses tol melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
"Di sisi lain ada akses tol Serpong-Balaraja yang sedang akan dikembangkan dan merupakan jaringan mitra usaha kami. Sehingga Tangerang, terutama BSD dipilih mengingat pertumbuhan bisnis di kawasan ini cukup tinggi," tandasnya.
Sebagai informasi Tol Serpong-Balaraja diminati PT Marga Mandala Sakti (MMS) yang saat ini mengelola tol Tangerang-Merak. Perusahaan tersebut, juga tengah mengikuti tender untuk ruas tersebut dengan membentuk konsorsium yang dipimpin Astra International Tbk menggandeng Group Sinar Mas dan Kompas Media.
Saat ini pembangunan sudah mencapai 80% dan memasuki tahapan topping off dengan target operasi pada awal 2015.
Presiden Direktur PT IIE, Danny Budiharto mengatakan, gedung konvensi sekaligus gedung pameran tersebut diharapkan mampu mengakomodasi perhelatan besar di dalam negeri.
"Kami harap, gedung ini bisa mengakomodasi event-event besar. Apalagi mengingat pertumbuhan bisnis Indonesia sangat menggairahkan di berbagai sektor, seperti manufaktur, automotif hingga olahraga maupun ajang lain yang bersifat konvensi," ujarnya, usai meresmikan topping off Gedung Indonesia Convention Exhibition di Kawasan BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/12/2014).
Dia mengatakan, gedung ICE merangkul pengelola dari Deutshe Messe AG, Jerman, pemilik Hannover Messe dan merupakan pemegang saham dan operator Shanghai New International Expo Center (SNIEC) di China.
"Kami merangkul operator berpengalaman dari Jerman sebagai bukti bahwa venue di Indonesia bisa bersaing dengan venue-venue di negara ASEAN, sehingga layak diperhitungkan sebagai pusat pertumbuhan bisnis dunia," terangnya.
ICE dibangun di atas lahan 22 hektare atau dua kali lebih besar dari gedung Jakarta International Expo Kemayoran dengan luas bangunan 200 ribu meter persegi.
Gedung ini dilengkapi fasilitas dan sarana maupun prasarana melengkapi 10 exhebition hall seluas masing-masing 50.000 meter per segi (m2).
"Selain itu, masih ada area pameran luar ruang seluas 50 ribu meter per segi, fasilitas konvensi dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas 10 ribu orang. Di samping itu juga tersedia, in-house food production, F and B outlet, fasilitas parkir untuk 3.000 kendaraan, serta 300 kamar hotel berbintang empat," ucapnya.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Deutsche Messe Operation Venue, Mark Schloesser, mengatakan, Indonesia akan menjadi pusat konvensi dan eksebisi terbesar di Asia Tenggara jika mengoptimalkan dan mengembangkan industri Meeting, Incentives, Conferences and Events (MiCE).
"Dengan 247 juta penduduk, Indonesia memiliki populasi keempat terbesar di dunia dan merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," ujarnya.
"Tujuan kami selaku operator ICE menawarkan prasyarat ideal dalam rangka memperluas bisnis trades show Deutsche Messe dengan jaringan di 15 kantor Asia, serta anak usaha di negara-negara seperti China, India dan Jepang," terang Daniel.
Pada akhir Januari 2015, ICE akan beroperasi pertama kali dengan menggelar konser Michael Buble tepatnya pada 29 Januari 2015.
Manfaatkan Akses Tol
Daniel menambahkan, sebagai perusahaan kerja sama antara PT Medialand Internasional dan Sinar Mas Land, pihaknya akan memanfaatkan akses tol melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
"Di sisi lain ada akses tol Serpong-Balaraja yang sedang akan dikembangkan dan merupakan jaringan mitra usaha kami. Sehingga Tangerang, terutama BSD dipilih mengingat pertumbuhan bisnis di kawasan ini cukup tinggi," tandasnya.
Sebagai informasi Tol Serpong-Balaraja diminati PT Marga Mandala Sakti (MMS) yang saat ini mengelola tol Tangerang-Merak. Perusahaan tersebut, juga tengah mengikuti tender untuk ruas tersebut dengan membentuk konsorsium yang dipimpin Astra International Tbk menggandeng Group Sinar Mas dan Kompas Media.
(dmd)
Lihat Juga :