Penjualan Lemah, McDonalds Kurangi Menu

Selasa, 16 Desember 2014 - 10:31 WIB
Penjualan Lemah, McDonalds...
Penjualan Lemah, McDonalds Kurangi Menu
A A A
NEW YORK - McDonald’s akan mengurangi pilihan menu dan meningkatkan kustomisasi untuk meningkatkan penjualan yang melemah di Amerika Serikat (AS).

Raksasa makanan cepat saji itu menargetkan penyederhanaan pengalaman pembeli setelah menyimpulkan bahwa menu yang terlalu banyak memperlambat pelayanan dan membingungkan konsumen. Kustomisasi ialah pembeli dapat memilih jenis roti, keju, topping , dan lainnya untuk menu yang dipesannya.

“McDonald’s ingin kembali di mana konsumen dapat datang dan merasakan betapa cepatnya pesanan jadi,” papar Chief Executive Officer (CEO) McDonald’s Don Thompson, dikutip kantor berita AFP . McDonald’s akan menghapus delapan produk yang ditawarkan dan mengurangi jumlah kombinasi makanan dari 16 menjadi11. Jaringan restoran itu akan menghapus produk yang kurang laku dan menambah waktu untuk persiapan.

“ McDonald’s akan mempertahankan Big Mac dan produk utama lainnya, tapi menghapus produk yang kurang laku dari tiga menjadi satu dan mengurangi jenis saus,” ungkap Thompson. “Menghapus menu yang kurang laris akan memudahkan proses pemesanan dan mempermudah penyiapan saat konsumen memesannya,” papar Thompson.

Rencana yang disebut pengalaman masa depan itu mengikuti berita pekan ini bahwa penjualan global McDonald’s turun 2,2% pada November, dengan penjualan di AS turun 4,6%. Raksasa makanan cepat saji itu menderita akibat meningkatnya kekhawatiran atas obesitas dan penyakit kesehatan lainnya terkait jenis nutrisi yang ditawarkan perusahaan itu.

Pada saat bersamaan, kompetisi meningkat dan bertambah ketat, tidak hanya dari pesaing konvensional seperti Burger King dan Wendy’s, tapi juga dari jaringan yang lebih kecil seperti Chipotle yang menyediakan menu dengan kualitas lebih baik dan mengandalkan kustomisasi pada burito dan menu lainnya. Untuk mengubah selera konsumen, McDonald’s meluncurkan opsi “Ciptakan Rasamu” di 2.000 restoran dari total 14.000 restoran di AS yang mengizinkan konsumen memilih untuk roti, keju, dan topping .

Presiden McDonald’s AS Mike Andres menyebut, kustomisasi sebagai strategi untuk pertumbuhan jangka panjang. “Salah satu daya tarik dari ide Ciptakan Rasamu ialah kami tidak perlu memiliki papan menu yang besar untuk menawarkan beragam produk. Keragaman produk ditentukan oleh konsumen sendiri secara individu, independen. Kami dapat menawarkan menu berkualitas tinggi sesuai keinginan konsumen,” ujar Andres.

Saat rapat pekan ini, McDonald’s mempertimbangkan analisis Wall Street untuk restoran Ciptakan Rasamu di dekat kantor pusat perusahaan itu di Oak Brook, Illinois. Bank of America menyebut lokasi Oak Brook sangat mengesankan tapi mereka menyoroti harga hamburger kustomisasi senilai USD4,69.

“Produk itu menambah opsi burger premium untuk McDonald’s. Harga dan waktu tunggu untuk produk itu tinggi, sesuai standar McDonald’s,” ungkap analisis Bank of America. “Belum jelas seberapa banyak permintaan untuk peningkatan pengalaman di McDonald’s,” papar Barclays.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved