Inflasi Tahun Depan Diprediksi 6%

Selasa, 16 Desember 2014 - 15:50 WIB
Inflasi Tahun Depan...
Inflasi Tahun Depan Diprediksi 6%
A A A
JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi laju inflasi 2015 berada pada kisaran 5%-6%.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan, ada beberapa faktor yang mendorong inflasi 2015. Di antaranya kenaikan harga elpiji 3 kg, penyesuaian tarif dasar listrik, seasonal round effect kenaikan harga BBM.

Selain itu, pengetatan moneter yang kemungkinan besar akan dilakukan The Fed sebelum pertengahan 2015.

Dia mengungkapkan, untuk meredam dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya sektor riil, sebaiknya upaya pengendalian inflasi tidak dibebankan seluruhnya kepada Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK harus berbeda dengan pemerintah sebelumnya, sehingga turut ambil bagian dalam mengendalikan inflasi secara pro aktif, karena sebagian besar sumber inflasi ada pada supply side, bukan demand side.

"Misalnya, pemerintah Jokowi-JK harus turun tangan dalam pengendalian harga pangan secara aktif," kata Hendri di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Selain itu, pemerintah baru sebaiknya memberdayakan dan mensinergikan peran BUMN tidak hanya Bulog, tetapi juga BUMN lain untuk menahan inflasi pangan, baik untuk mempercepat pembangunan infrastuktur pertanian maupun efisiensi sistem distribusi bahan pangan.

Sementara itu, tahun ini dia memproyeksikan inflasi berada pada kisaran 8%-8,25%. Sejak awal, CORE mem‎perkirakan inflasi tahun ini akan lebih tinggi dari target BI sebesar 4,5 plus minus 1%, bila harga BBM dinaikan November.

Hendri memaparkan, dampak dari kenaikan BBM dan masuknya Natal dan tahun baru diduga turut menyumbang kenaikan inflasi yang cukup besar.

Selain penaikan harga BBM, pengurangan subsidi elpiji 12 kg dan penaikan tarif listrik juga ikut memberikan andil untuk inflasi tahun ini.

"Untungnya harga komoditas global secara umum lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, membuat‎ tekanan inflasi tahun ini relatif rendah," tukas dia.

Bahkan, tekanan inflasi tahun ini juga relatif rendah seiring perlembatan ekonomi dan pengetatan moneter yang dilakukan BI sepanjang tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved